Beritabanten.com — Unggahan anggota DPR RI Deddy Yevri Hanteru Sitorus di media sosial pada Sabtu (29/8/2026) menjadi perhatian publik setelah tangkapan layar pernyataannya beredar di tengah percakapan warganet.

Dalam tangkapan layar tersebut, Deddy menyampaikan komentar bernada keras yang dikaitkan dengan mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Ia menyinggung seseorang yang telah tidak lagi menjabat namun masih aktif dalam ruang politik dan media sosial.

“Udah benar kalau jadi mantan itu baiknya kembali masuk gorong-gorong. Eh, malah main medsos dan menyebar hoax!!!,” demikian tulisan yang terlihat dalam tangkapan layar tersebut.

Pada bagian berikutnya, Deddy juga menyinggung persoalan kekuasaan.

“Orang kalau candu kekuasaan itu memang susah dinasehati!!”

Pernyataan tersebut kemudian dikaitkan dengan tangkapan layar lain yang menampilkan akun Instagram yang disebut sebagai akun resmi Jokowi. Dalam gambar tersebut juga terdapat informasi mengenai penghapusan repost sebuah unggahan yang dikaitkan dengan Melva Pardede, yang disebut sebagai pengemudi ojek online perempuan dan kader PDI Perjuangan.

Kemunculan unggahan tersebut kemudian memunculkan perhatian karena pernyataan Deddy dinilai berkaitan dengan dinamika politik antara sejumlah tokoh PDI Perjuangan dan Jokowi.

Namun, tangkapan layar yang beredar belum dengan sendirinya dapat memastikan konteks lengkap, waktu pembuatan, maupun alasan di balik setiap unggahan yang ditampilkan. Karena itu, materi tersebut perlu dikonfirmasi melalui unggahan asli dan sumber resmi terkait.

Hingga berita ini disusun, belum terdapat keterangan lebih lanjut dari pihak Jokowi mengenai pernyataan Deddy Sitorus maupun persoalan unggahan yang disebut dalam tangkapan layar tersebut.

Deddy Sitorus merupakan anggota DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan. Pernyataannya kemudian menjadi bagian dari perbincangan warganet mengenai hubungan antara kekuasaan, politik, dan sikap para tokoh setelah tidak lagi menduduki jabatan publik.

Persoalan tersebut juga menarik perhatian karena media sosial kini menjadi salah satu ruang utama bagi para tokoh politik untuk menyampaikan pandangan, kritik, maupun respons terhadap perkembangan politik.

Di sisi lain, peredaran tangkapan layar di media sosial juga menuntut kehati-hatian publik. Sebuah tangkapan layar tidak selalu memberikan konteks secara utuh mengenai kapan pernyataan dibuat, kepada siapa ditujukan, maupun persoalan yang melatarbelakanginya.

Karena itu, verifikasi terhadap sumber asli menjadi penting agar pernyataan yang beredar tidak menimbulkan kesimpulan yang keliru.

Jika pernyataan tersebut memang berasal dari akun Deddy Sitorus, substansinya menunjukkan adanya kritik keras terhadap fenomena politik dan persoalan kekuasaan. Namun, konteks serta maksud lengkap pernyataan tetap perlu dilihat berdasarkan unggahan asli secara keseluruhan.

Sementara itu, belum diketahui apakah pernyataan tersebut akan mendapatkan respons langsung dari Jokowi atau pihak-pihak lain yang merasa terkait dengan unggahan tersebut.

Perkembangan selanjutnya masih menarik untuk dicermati, terutama karena hubungan politik antara tokoh-tokoh nasional dan dinamika internal partai terus menjadi perhatian publik menjelang tahapan politik berikutnya. (Red)

Cek Berita dan Artikel Lainnya di Google News Beritabanten.com