QBeritabanten.com – Kepedulian terhadap sesama tidak selalu bermula dari program besar atau anggaran yang besar. Bagi Ipda Purnomo, pengabdian justru dimulai dari keputusan sederhana untuk membantu seorang perempuan terlantar yang ditemuinya sekitar tahun 2015 di kawasan Babat, Lamongan.
Saat itu, Ipda Purnomo yang bertugas sebagai Bhabinkamtibmas menemukan seorang perempuan paruh baya bernama Murniatun dalam kondisi terlantar tanpa busana. Tidak ada keluarga yang datang menjemput dan tidak ada tempat yang siap menampungnya.
Ipda Purnomo kemudian membawa Murniatun pulang dan merawatnya. Keputusan tersebut menjadi awal dari perjalanan panjang dalam bidang kemanusiaan yang hingga kini telah membantu ribuan orang dengan gangguan jiwa (ODGJ).
Melalui Yayasan Berkah Bersinar Abadi yang dikelolanya bersama tim, Ipda Purnomo telah membantu dan merawat sekitar 7.000 ODGJ dari berbagai daerah di Indonesia dalam kurun waktu sekitar satu dekade. Setiap hari, ratusan pasien mendapatkan perawatan dengan harapan dapat pulih dan kembali berkumpul bersama keluarganya.
Dalam menjalankan kegiatan tersebut, pembiayaan berasal dari berbagai sumber. Selain menggunakan sebagian gajinya sebagai anggota Polri, Ipda Purnomo juga memanfaatkan penghasilan dari media sosial serta dukungan para donatur yang ikut tergerak membantu.
Pengabdian Ipda Purnomo tidak hanya ditujukan kepada ODGJ. Berbagai kegiatan sosial juga dilakukan, mulai dari membantu anak yatim dan dhuafa, menyediakan layanan ojek gratis bagi pelajar, membantu biaya pendidikan anak dari keluarga kurang mampu, hingga mendukung renovasi rumah warga yang hidup dalam kondisi kemiskinan.
Dedikasi tersebut kemudian mendapat apresiasi dari Presiden Prabowo Subianto. Ipda Purnomo menerima penghargaan Polisi Inspiratif pada puncak peringatan Hari Bhayangkara ke-80 di Jakarta.
Penghargaan tersebut menjadi bentuk apresiasi atas pengabdian Ipda Purnomo yang tidak hanya menjalankan tugas sebagai anggota Polri, tetapi juga aktif membantu masyarakat yang membutuhkan.
Kisah Ipda Purnomo menunjukkan bahwa tugas kepolisian tidak hanya berkaitan dengan penegakan hukum. Kepedulian terhadap masyarakat juga dapat menjadi bagian dari pengabdian, terutama bagi mereka yang terlupakan dan membutuhkan pertolongan.
Dari satu orang terlantar, lahir gerakan kemanusiaan yang kemudian menjangkau ribuan jiwa. Perjalanan tersebut menjadi pengingat bahwa perubahan besar dapat berawal dari satu tindakan sederhana, yaitu memilih untuk peduli kepada sesama. (Red)
Cek Berita dan Artikel Lainnya di Google News Beritabanten.com


Tinggalkan Balasan