Beritabanten.com – Sindikat judi online (Judol) terlibat dalam tindak pidana pencucian uang (TPPU) dengan cara menyembunyikan dana melalui rekening yang terdaftar atas nama orang lain.
Uang tersebut kemudian digunakan untuk membangun Hotel Aruss di Semarang, yang kini telah disita oleh Bareskrim Polri.
“Modus yang digunakan adalah menampung uang hasil judi online ke dalam rekening nominee. Dana dalam rekening tersebut kemudian dipindahkan, ditarik tunai, dan dipindahkan lagi ke rekening nominee lainnya,” kata Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim Polri, Brigjen Pol Helfi Assegaf, saat menggelar konferensi pers di Bareskrim Mabes Polri, Jakarta Selatan, Senin (6/1/2025).
Helfi menjelaskan bahwa setelah uang hasil kejahatan judi online ditarik tunai dengan memutuskan transaksi, langkah tersebut diambil untuk menghindari pelacakan atau tracing.
“Setelah itu, uang tersebut disetor secara tunai ke rekening perusahaan yang tidak memiliki hubungan dengan judi online dan digunakan untuk membangun Hotel Aruss di Semarang,” ujarnya.
Helfi mengungkapkan bahwa berdasarkan hasil penyidikan terhadap aliran transaksi, terungkap bahwa objek yang disita, yaitu Hotel Aruss, baik sebagian maupun seluruhnya, dibangun dengan menggunakan dana yang berasal dari tindak pidana perjudian online.
“Pada periode antara tahun 2020 hingga 2022, terdapat aliran dana sekitar Rp40.560.000.000 yang terkait dengan judi online, yang digunakan untuk pembangunan Hotel Aruss,” ujarnya.
“Rekening milik FH yang terdaftar di Bank BCA menerima uang dari empat rekening lain di Bank BCA, yang sebelumnya menerima dana hasil judi online,” tambahnya.
Selanjutnya, Helfi menjelaskan bahwa orang yang diutus oleh FH melakukan penarikan uang secara tunai, yang kemudian disetorkan dan ditransfer ke perusahaan pengelola Hotel Aruss.
“Dana dari rekening pengelola Hotel Aruss tersebut kemudian ditransfer ke beberapa rekening kontraktor untuk membangun Hotel Aruss,” jelasnya. (Rzm)
Cek Berita dan Artikel Lainnya di Google News Beritabanten.com


Tinggalkan Balasan