Beritabanten.com – Sebanyak 54 siswa-siswi terbaik Kabupaten Tangerang memulai tahapan penting menuju tugas sebagai Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kabupaten Tangerang Tahun 2026.
Sekretaris Daerah Kabupaten Tangerang Soma Atmaja secara resmi membuka pemusatan pendidikan, pelatihan, dan pengasramaan calon Paskibraka di Hotel Yasmin, Kecamatan Curug, Senin (10/8/2026).
Bagi para peserta, pengasramaan bukan sekadar persiapan teknis untuk menjalankan tugas pada upacara peringatan HUT Kemerdekaan Republik Indonesia. Di balik barisan, langkah tegap dan kedisiplinan, terdapat proses panjang untuk membentuk karakter generasi muda yang memiliki tanggung jawab, integritas dan kecintaan terhadap bangsa.
Soma menyampaikan apresiasi kepada 54 siswa yang telah melewati proses seleksi dan dipercaya menjadi bagian dari Paskibraka Kabupaten Tangerang.
“Saya mengucapkan selamat kepada 54 siswa-siswi terbaik Kabupaten Tangerang yang telah lolos seleksi untuk mengibarkan dan menurunkan bendera Sang Saka Merah Putih nanti di Lapangan Arya Yudhanegara,” ujar Soma.
Ia berpesan agar seluruh peserta mengikuti setiap tahapan pembinaan dengan sungguh-sungguh. Menurutnya, setiap materi yang diberikan selama pemusatan harus dipandang sebagai kesempatan untuk mengembangkan kemampuan sekaligus membentuk kepribadian.
“Jadikan setiap materi latihan dan pembinaan ini sebagai proses pembentukan karakter serta pengembangan kualitas diri. Jaga nama baik, kesehatan dan kekompakan. Tanamkan nilai-nilai kejujuran, integritas, kerja sama, saling menghormati serta kepedulian terhadap sesama dalam setiap aktivitas,” pesannya.
Soma menegaskan, menjadi anggota Paskibraka merupakan kehormatan sekaligus amanah. Karena itu, tugas tersebut tidak boleh dipandang sebatas seremoni tahunan.
“Ingatlah bahwa menjadi calon Paskibraka merupakan sebuah kehormatan sekaligus amanah. Laksanakan amanah tersebut dengan penuh dedikasi, tanggung jawab dan rasa bangga sebagai putra-putri terbaik Kabupaten Tangerang,” tegasnya.
Lebih dari sekadar mengibarkan Merah Putih, para calon Paskibraka diharapkan mampu membawa nilai-nilai yang diperoleh selama pelatihan ke tengah lingkungan sekolah, keluarga dan masyarakat.
Soma pun mengajak seluruh peserta menjadikan pemusatan tersebut sebagai ruang untuk memperkuat persatuan, membangun karakter kebangsaan dan menumbuhkan patriotisme.
“Marilah kita jadikan kegiatan ini sebagai momentum untuk memperkuat semangat persatuan, memperkokoh karakter kebangsaan serta menumbuhkan jiwa patriotisme dalam mewujudkan generasi muda Kabupaten Tangerang yang unggul,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Tangerang Muchamad Sholehhudin menjelaskan, pemusatan pendidikan dan pelatihan calon Paskibraka tahun 2026 menggunakan konsep “Desa Bahagia”.
Konsep tersebut dirancang bukan hanya untuk membentuk kemampuan baris-berbaris, tetapi juga membangun generasi muda yang memiliki integritas, disiplin, jiwa kepemimpinan, semangat gotong royong, cinta tanah air dan mampu mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.
“Desa Bahagia merupakan konsep pemusatan pendidikan dan pelatihan calon Paskibraka yang bertujuan untuk membentuk generasi muda yang memiliki integritas, disiplin, berjiwa pemimpin, semangat gotong royong, cinta tanah air serta mampu mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari,” jelas Sholehhudin.
Ia menambahkan, proses seleksi dan rekrutmen Paskibraka Kabupaten Tangerang 2026 dilaksanakan secara objektif, transparan dan akuntabel.
Tahapan yang telah dilalui para peserta meliputi seleksi administrasi, pengetahuan Pancasila dan wawasan kebangsaan, intelegensi umum, kesehatan, peraturan baris-berbaris hingga seleksi kepribadian.
Perjalanan 54 calon Paskibraka ini pada akhirnya bukan hanya tentang bagaimana mereka berdiri tegak di bawah kibaran Merah Putih. Ada nilai yang jauh lebih besar: belajar disiplin ketika tidak ada yang mengawasi, belajar bekerja sama ketika kepentingan pribadi harus dikesampingkan, dan belajar bertanggung jawab ketika sebuah amanah telah diberikan.
Dari barisan muda itulah harapan tentang masa depan Kabupaten Tangerang ditanamkan.
Sebab bendera yang mereka kibarkan bukan sekadar kain Merah Putih. Di dalamnya ada sejarah perjuangan, pengorbanan para pendahulu dan harapan agar generasi berikutnya mampu menjaga Indonesia dengan karakter, persatuan dan karya nyata. (Red)
Cek Berita dan Artikel Lainnya di Google News Beritabanten.com


Tinggalkan Balasan