Beritabanten.com – Peringatan Hari Guru Nasional 2025 dimanfaatkan para pendidik di Kota Cilegon sebagai ajang memperkuat kebersamaan sekaligus mengevaluasi tantangan profesi guru di tengah pesatnya perkembangan zaman.
Ketua PGRI Kota Cilegon, Bahrudin, menekankan bahwa momen tahun ini kembali memperjelas peran guru sebagai penjaga karakter bangsa di era digital yang berubah sangat cepat.
PGRI Cilegon merayakan Hari Guru melalui kegiatan sederhana di Alun-Alun Kota Cilegon yang mempertemukan guru dari berbagai tingkat pendidikan—mulai dari TK, SD, hingga SMP—baik dari sekolah negeri maupun swasta.
“Kami ingin semua guru dapat saling bersilaturahmi. Biasanya mereka sibuk di kelas masing-masing, sehingga momen seperti ini penting untuk kembali merasakan kebersamaan,” ujar Bahrudin dalam Dialog Pagi RRI Pro 1 Banten, Kamis (27/11/2025).
Ia menilai tema Hari Guru tahun ini sejalan dengan misi PGRI untuk bersama-sama mewujudkan generasi emas yang mendapatkan pendidikan bermutu.
Menurutnya, tantangan yang dihadapi guru tidak hanya berkaitan dengan perkembangan teknologi seperti digitalisasi dan kecerdasan buatan, namun juga tanggung jawab membentuk karakter siswa di tengah derasnya arus informasi yang sulit dibendung.
“Guru tidak bisa digantikan oleh teknologi. AI itu sifatnya statis, sedangkan guru memahami karakter serta proses tumbuh kembang siswa,” tegasnya.
Bahrudin menjelaskan bahwa metode pembelajaran saat ini menuntut guru untuk terus meningkatkan kemampuan, termasuk memanfaatkan papan digital bantuan pemerintah pusat.
Teknologi ini dinilai mampu memperkaya metode pengajaran, tetapi tetap membutuhkan pendampingan karakter agar siswa tidak terlalu bergantung pada media digital.
Ia juga mengapresiasi dukungan pemerintah dalam penyediaan perangkat digital di sekolah. Namun, ia menilai perlu adanya pelatihan lanjutan agar fasilitas tersebut bisa dimaksimalkan.
“Tidak cukup hanya menyediakan perangkat, tetapi juga membimbing pemanfaatannya. Guru harus dibekali kompetensi,” ujarnya.
PGRI Cilegon turut menyambut positif program nasional yang menyediakan satu hari belajar dalam sepekan bagi guru sebagai bentuk peningkatan profesionalisme.
Organisasi itu berkomitmen mengawal penerapannya agar benar-benar memberikan dampak nyata.
Lebih jauh, Bahrudin mengingatkan bahwa peran guru tetap sangat penting dalam membimbing siswa menghadapi derasnya pengaruh teknologi digital, game online, dan media sosial.
“Guru berperan membentuk moral, etika, dan karakter—sesuatu yang tidak mungkin dilakukan oleh teknologi,” tutupnya. (Nbl)
Cek Berita dan Artikel Lainnya di Google News Beritabanten.com


Tinggalkan Balasan