Beritabanten.com — Matahari pagi menyinari Halaman Kantor Wali Kota Cilegon, namun semangat yang hadir jauh lebih panas dengan warga  bersyukur atas kotanya.

Adalah Riung Mungpulung sebagai  tradisi ramah tamah dan syukuran tahunan yang diadakan Pemerintah Kota Cilegon, umumnya setiap tanggal 27 April untuk memperingati HUT Kota Cilegon.

Kali ini, Riung Mungpulung, bukan sekadar peringatan ulang tahun ke-27 kota ini, melainkan panggilan untuk merenung dan menakar kontribusi setiap warga bagi tanah yang mereka cintai.

Wali Kota Robinsar berdiri tegak, menatap hadirin. Suaranya lirih tapi menggetarkan: “Hari ini bukan hanya soal perayaan, tapi refleksi. Apa yang sudah kita berikan untuk Cilegon?”

Kata-kata itu bukan sekadar ucapan protokoler; ia adalah tamparan lembut bagi mereka yang mudah terlena oleh rutinitas.

Di tengah sorotan kamera dan senyum para tamu, terungkap fakta-fakta yang menantang: defisit Rp135 miliar yang berhasil ditangani, pemotongan dana pusat Rp235 miliar, dan kebutuhan mendesak untuk inovasi BUMD.

Namun, di atas semua angka dan laporan itu, yang paling mencuri perhatian adalah rasa harapan, sebuah janji bahwa kota ini mampu bangkit lebih kuat dari sebelumnya.

Tokoh masyarakat Habibudin menambahkan suara rakyat: “PCM ini luar biasa, kebanggaan kita semua. Mari kita dorong terus agar memberi manfaat maksimal bagi daerah.”

Tepuk tangan membahana, seolah menegaskan bahwa harapan itu nyata, dan masa depan Cilegon menunggu untuk digapai dengan tangan yang kuat dan hati yang penuh tekad.

Kota Cilegon di usia 27 tahun kini menatap langit, menakar langkah, dan menyalakan api semangat untuk setiap warganya. Mengajak untuk maju, berani, dan tak pernah berhenti bermimpi! (Red)

 

Cek Berita dan Artikel Lainnya di Google News Beritabanten.com