Beritabanten.com.– Pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tingkat SMP di Kota Cilegon kembali menjadi perhatian masyarakat menjelang dimulainya tahun ajaran baru pada 13 Juli 2026. Sejumlah orang tua calon peserta didik menyampaikan keluhan terkait proses penerimaan yang dinilai belum berjalan secara optimal.

 

Keluhan tersebut mencuat melalui berbagai unggahan di media sosial yang memperbincangkan dugaan ketidakkonsistenan dalam pelaksanaan tahapan penerimaan hingga proses daftar ulang. Kondisi ini memunculkan pertanyaan dari masyarakat mengenai penerapan aturan dan mekanisme penerimaan siswa baru di sejumlah sekolah.

 

Orang tua calon siswa berharap pelaksanaan SPMB Kota Cilegon dapat berjalan sesuai prinsip transparansi, objektivitas, dan akuntabilitas. Sebab, proses penerimaan murid baru menjadi tahapan penting dalam memastikan setiap anak mendapatkan kesempatan yang sama untuk memperoleh layanan pendidikan yang berkualitas.

 

Sorotan terhadap sistem penerimaan siswa baru ini menjadi pengingat pentingnya pengawasan dari berbagai pihak, baik pemerintah daerah, sekolah, maupun masyarakat. Pengawasan diperlukan agar seluruh tahapan SPMB berjalan sesuai ketentuan dan tidak menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.

 

Apabila ditemukan adanya dugaan pelanggaran dalam proses penerimaan, masyarakat berharap pihak terkait dapat melakukan pemeriksaan secara profesional dan memberikan penyelesaian sesuai aturan yang berlaku. Langkah tersebut dinilai penting untuk menjaga kepercayaan publik terhadap sistem pendidikan di Kota Cilegon.

 

Hingga saat ini, masyarakat masih menantikan penjelasan resmi dari pihak terkait mengenai berbagai keluhan yang beredar. Para orang tua siswa berharap seluruh laporan dapat ditindaklanjuti secara terbuka sehingga pelaksanaan SPMB Kota Cilegon dapat berlangsung secara adil, transparan, dan memberikan kesempatan yang setara bagi seluruh calon peserta didik. (Red)

Cek Berita dan Artikel Lainnya di Google News Beritabanten.com