Beritabanten.com – Ribuan jemaah yang menghadiri pengajian akbar dan selawatan bersama Habib Ali Zainal Abidin Assegaf dan KH Anwar Zahid di Desa Ngraji, Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, Senin (20/7/2026) malam, sempat dikejutkan oleh ketegangan yang nyaris berujung bentrokan. Berkat kesigapan aparat keamanan, situasi berhasil dikendalikan sehingga acara keagamaan tetap berlangsung hingga selesai.
Pengajian yang digelar sebagai ungkapan syukur atas rumah baru salah seorang warga itu dimulai sekitar pukul 20.00 WIB. Suasana berlangsung khusyuk dengan ribuan jemaah memadati lapangan desa untuk mengikuti selawatan dan tausiah dari para penceramah.
Situasi berubah menjelang pukul 22.45 WIB ketika ratusan orang yang diduga berasal dari Perjuangan Walisongo Indonesia–Laskar Sabilillah (PWI-LS) mendatangi lokasi. Massa disebut berupaya memasuki area acara dan menolak salah satu penceramah, Habib Ali Zainal Abidin Assegaf atau yang akrab disapa Habib Bidin, naik ke atas panggung.
Aparat gabungan TNI dan Polri yang telah bersiaga segera membentuk barikade untuk menghalau massa agar tidak memasuki arena pengajian. Langkah cepat tersebut berhasil mencegah bentrokan yang lebih besar antara massa dan para jemaah.
Seorang jemaah, Rosyidi (45), mengaku suasana sempat memanas ketika terjadi pelemparan batu yang mengarah ke kerumunan jemaah. Akibat insiden itu, satu orang dilaporkan mengalami luka. Jemaah juga sempat mengamankan seorang pria asal Semarang yang diduga terlibat dalam aksi tersebut sebelum akhirnya diserahkan kepada pihak kepolisian.
Rosyidi menyebut, sebelum pengajian berlangsung, tuan rumah dikabarkan telah menerima peringatan agar tidak mengundang penceramah dari kalangan habib. Namun kegiatan tetap dilaksanakan sesuai rencana hingga akhirnya terjadi ketegangan di lokasi.
Menanggapi peristiwa tersebut, Ketua PWI-LS Grobogan, Gus Jibril, membantah organisasinya melakukan pembubaran pengajian. Menurutnya, pihaknya hanya menyampaikan penolakan terhadap kehadiran Habib Bidin sebagai penceramah. Ia juga menduga aksi pelemparan batu dilakukan oleh pihak lain yang ingin memprovokasi keadaan dan mencemarkan nama organisasinya.
Sementara itu, Kepala Desa Ngraji, Yahmo, menegaskan bahwa pengajian tetap berlangsung hingga selesai meski sempat terjadi kericuhan di luar area utama kegiatan. Hal senada disampaikan Kasatreskrim Polres Grobogan AKP Rizky Ari Budianto yang memastikan kondisi keamanan secara umum tetap terkendali.
Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa perbedaan pandangan dalam kehidupan beragama perlu disikapi melalui dialog dan penghormatan terhadap hukum. Respons cepat aparat keamanan berhasil mencegah eskalasi konflik, sehingga kegiatan keagamaan dapat diselesaikan tanpa menimbulkan bentrokan yang lebih luas. (Red)
Cek Berita dan Artikel Lainnya di Google News Beritabanten.com


Tinggalkan Balasan