Beritabanten.com – Babak final Musabaqoh Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional XXXI di Kota Semarang, Jawa Tengah, menjadi penentu posisi Provinsi Banten dalam klasemen nasional.
Sebanyak enam finalis asal Banten akan tampil pada babak penentuan juara, Jumat (18/9/2026). Perolehan medali mereka menjadi kunci bagi Banten untuk memperbaiki posisi dari peringkat sementara ke-9.
Sekretaris Umum Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Provinsi Banten, KH Abdul Rojak, mengatakan enam peserta Banten berhasil menembus babak final.
“Ada enam peserta kontingen Banten masuk ke babak final dan hari ini penentuannya,” ujar Abdul Rojak, Jumat pagi.
Berdasarkan jumlah finalis, Kalimantan Timur menjadi provinsi dengan peserta terbanyak, yakni 36 finalis. Posisi berikutnya ditempati tuan rumah Jawa Tengah dengan 31 finalis.
DKI Jakarta memiliki 13 finalis, disusul Aceh dan Jawa Timur masing-masing 10 finalis. Sumatera Selatan mengirim sembilan finalis, Jawa Barat tujuh finalis, sedangkan Sumatera Utara dan Banten masing-masing memiliki enam finalis.
Sekum MUI Tangsel itu berharap seluruh finalis Banten mampu meraih medali emas sehingga posisi Banten dapat terdongkrak dalam klasemen akhir.
“Harapan kami finalis asal Banten ini semua dapat emas dan dapat naik peringkat, maksimal urutan kelima,” katanya.
Enam Finalis Tersebar di Empat Daerah
Enam finalis Banten tersebut berasal dari sejumlah daerah.
Dua peserta berasal dari Kota Tangerang Selatan (Tangsel), satu dari Kabupaten Tangerang, dua dari Kota Tangerang, dan satu dari Kabupaten Serang.
Mereka berlaga pada sejumlah cabang. Empat finalis berasal dari cabang kaligrafi, satu dari tafsir bahasa Indonesia, dan satu lainnya dari cabang qiraat mujawwad putri.
“Satu final pada tafsir bahasa Indonesia berasal Kota Tangerang, bernama Lutfi,” beber Abdul Rojak.
Menurut dia, perjuangan enam finalis tersebut tidak hanya membawa nama daerah, tetapi juga menjadi bagian penting dalam upaya mendongkrak posisi Banten di tingkat nasional.
“Mohon support dan dukungan dari LPTQ Tangsel untuk peserta yang tampil hari ini. Dan doa masyarakat seluruh Banten,” ujarnya.
Emas Bisa Dongkrak Banten ke Lima Besar
Abdul Rojak menjelaskan peluang Banten naik peringkat terbuka jika seluruh finalis mampu meraih hasil maksimal.
Perhitungan tersebut mengacu pada hasil Rapat Kerja Nasional LPTQ Nasional 2025. Dalam sistem penilaian medali, juara pertama atau emas mendapat 9 poin, perak 7 poin, dan perunggu 5 poin.
Sementara itu, juara harapan satu mendapat 3 poin, harapan dua 2 poin, dan harapan tiga 1 poin.
“Jadi di urutan final posisi Banten ada di urutan 9. Namun jika enam final juara satu medali emas ditambah juara harapan bisa melesat di urutan kelima secara nasional,” jelasnya.
Sementara itu, persaingan papan atas MTQ Nasional XXXI juga berlangsung ketat.
Kalimantan Timur menjadi salah satu kontingen dengan jumlah finalis terbanyak dan pada MTQ sebelumnya berstatus juara umum.
Tuan rumah Jawa Tengah juga berada dalam posisi kuat dengan 31 finalis. Persaingan untuk posisi berikutnya melibatkan sejumlah provinsi dengan jumlah finalis yang cukup besar.
Tangsel Sumbang Dua Finalis
Hal menarik lainnya, Kota Tangsel mampu menyumbang dua finalis Banten meski pada MTQ tingkat Provinsi Banten 2026 hanya menempati peringkat keempat.
Sementara Kabupaten Tangerang yang menjadi juara umum MTQ tingkat Banten 2026 menyumbang satu finalis pada MTQ Nasional XXXI.
Kondisi tersebut menunjukkan bahwa raihan prestasi pada tingkat daerah tidak selalu berbanding lurus dengan jumlah wakil yang berhasil menembus babak final di tingkat nasional. (Red)
Kini, enam finalis Banten menjadi tumpuan untuk memperbaiki posisi kontingen Banten sekaligus mengharumkan nama Provinsi Banten di panggung MTQ Nasional XXXI Semarang.
Cek Berita dan Artikel Lainnya di Google News Beritabanten.com


Tinggalkan Balasan