Beritabanten.com – Penelitian terbaru mengungkap bahwa sekitar 93% manusia di seluruh dunia telah terpapar Bisfenol A (BPA), yakni senyawa kimia berbahaya.

Senyawa ini umumnya ditemukan dalam berbagai kemasan plastik berbahan polikarbonat, termasuk botol minum dan galon isi ulang.

Zat ini dapat berpindah ke makanan atau minuman, terutama jika wadah plastik tersebut dipanaskan atau digunakan berulang kali.

Efeknya sangat mengkhawatirkan: BPA dapat mengganggu sistem hormon, berdampak pada perkembangan otak anak, hingga meningkatkan risiko terkena kanker.

Anak-anak dan ibu hamil disebut sebagai kelompok yang paling rentan terhadap dampak BPA karena kondisi tubuh mereka yang lebih sensitif terhadap gangguan hormonal.

Pelarangan Global Penggunaan BPA

Kekhawatiran mengenai paparan BPA juga menjadi topik utama dalam pertemuan resmi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang digelar di Busan, Korea Selatan.

Sebanyak 85 negara turut serta dalam forum tersebut dan mendukung adanya pelarangan global terhadap penggunaan BPA demi melindungi kesehatan publik.

Di Indonesia, langkah pengendalian masih berjalan lambat. Pemerintah baru berencana menerapkan aturan label peringatan pada produk yang mengandung BPA mulai tahun 2028.

Padahal, berbagai kelompok masyarakat sudah mendesak agar regulasi ini diberlakukan lebih cepat, mengingat risiko kesehatan yang ditimbulkan tidak bisa dianggap remeh.

Dengan tingkat paparan yang begitu tinggi secara global, BPA kini menjadi isu kesehatan lingkungan yang mendesak dan perlu segera ditangani melalui kolaborasi internasional dan kebijakan nasional yang lebih ketat. (Sra)

Cek Berita dan Artikel Lainnya di Google News Beritabanten.com