Beritabanten.com – Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Banten, tancap gas memperkuat upaya pencegahan stunting. Pada 2026, Pemkot Tangsel menargetkan penambahan tujuh pos gizi untuk memperluas edukasi gizi seimbang sekaligus membantu memenuhi kebutuhan nutrisi ibu hamil dan anak.

Wakil Wali Kota Tangerang Selatan, Pilar Saga Ichsan, mengatakan penambahan pos gizi menjadi bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pemenuhan gizi sejak dini.

Hal tersebut disampaikan Pilar saat meninjau Pos Gizi di Kelurahan Lengkong Gudang, Tangerang Selatan, Senin (19/10/2026).

“Program ini sudah berjalan cukup lama dan kita akan bangun tujuh pos gizi di Tangsel pada 2026 ini,” ujar Pilar.

Menurut Pilar, keberadaan pos gizi tidak sekadar menjadi tempat edukasi, tetapi juga sarana pendampingan masyarakat dalam memenuhi kebutuhan nutrisi, terutama bagi anak-anak dan ibu hamil.

Program ini melibatkan kader kesehatan di setiap wilayah untuk memberikan pemahaman mengenai pola makan bergizi seimbang serta pentingnya pemenuhan nutrisi dalam mendukung tumbuh kembang anak.

“Ini untuk memberikan edukasi kepada masyarakat. Pos gizi ini dikelola oleh para kader kesehatan supaya masyarakat memahami pentingnya gizi yang baik, baik untuk anak maupun ibu hamil,” jelasnya.

Selain edukasi, program pos gizi juga didukung pemberian makanan tambahan dan suplemen nutrisi bagi kelompok yang membutuhkan intervensi gizi.

Pilar bersam penerima manfaat penanganan stunting – Istimewa.

Membantu Keluarga Tingkatkan Gizi Anak

Pilar menyebut program pemberian makanan tambahan telah berjalan selama tiga tahun terakhir. Program tersebut diharapkan terus membantu keluarga yang membutuhkan dukungan pemenuhan gizi, termasuk ibu hamil dan keluarga dengan anak yang mengalami stunting.

“Sudah berjalan selama tiga tahun dan alhamdulillah sangat membantu ibu-ibu yang membutuhkan, baik ibu hamil maupun keluarga yang anaknya dinilai mengalami stunting,” ungkapnya.

Berdasarkan data Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2024, prevalensi stunting di Kota Tangerang Selatan tercatat sebesar 10,5 persen. Angka tersebut meningkat dibandingkan 2023 yang mencapai 9,2 persen dan 2022 sebesar 9 persen. Data ini menjadi pengingat bahwa upaya pencegahan dan penanganan stunting di Tangsel masih perlu diperkuat.

Di tingkat nasional, prevalensi stunting juga masih menjadi perhatian pemerintah. Hasil SSGI 2024 mencatat angka stunting Indonesia turun menjadi 19,8 persen, dari 21,5 persen pada 2023.

Meski menunjukkan perbaikan, upaya berkelanjutan tetap diperlukan agar semakin banyak anak mendapatkan asupan gizi yang memadai dan layanan kesehatan yang berkualitas.

Penanganan stunting perlu dilakukan sejak masa kehamilan hingga anak berusia dua tahun, atau dikenal sebagai periode 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). Pemenuhan gizi ibu hamil, pemeriksaan kehamilan secara rutin, pemberian ASI eksklusif, serta makanan pendamping ASI sesuai usia menjadi bagian penting dari upaya mendukung pertumbuhan dan perkembangan anak.

Di Tangsel, upaya penanganan stunting juga dilakukan melalui penguatan layanan kesehatan ibu dan anak, pemberian makanan tambahan, edukasi keluarga, serta pendampingan oleh kader kesehatan.

Pemantauan tumbuh kembang balita melalui Posyandu dan layanan kesehatan masyarakat menjadi langkah penting untuk mendeteksi risiko gangguan pertumbuhan sejak dini.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Tangerang Selatan (Tangsel), Allin Hendalin Mahdaniar – Istimwa.

Penangan Stunting Berbasis Data

Pemkot Tangsel juga mendorong penanganan stunting berbasis data agar intervensi yang diberikan sesuai dengan kondisi masing-masing keluarga. Melalui pemetaan kasus, pemerintah dapat mengidentifikasi anak yang mengalami gangguan pertumbuhan, gizi kurang, maupun kondisi lain yang membutuhkan penanganan lebih lanjut. Pendekatan ini diharapkan membuat program pencegahan dan penanganan stunting lebih tepat sasaran.

Selain pemenuhan makanan bergizi, faktor kesehatan ibu, pola asuh, sanitasi, akses air bersih, dan kondisi ekonomi keluarga turut memengaruhi risiko stunting. Karena itu, penanganannya membutuhkan kolaborasi lintas sektor, tidak hanya mengandalkan layanan kesehatan, tetapi juga keterlibatan pemerintah wilayah dan masyarakat dalam membangun lingkungan yang mendukung tumbuh kembang anak.

Pemberian makanan tambahan juga perlu disertai pemantauan perkembangan anak secara berkala. Pengukuran berat dan tinggi badan membantu tenaga kesehatan serta kader mengidentifikasi apabila pertumbuhan anak tidak sesuai standar. Jika ditemukan tanda gangguan pertumbuhan, keluarga dapat segera diarahkan untuk mendapatkan pemeriksaan dan pendampingan lebih lanjut.

Peran keluarga menjadi bagian penting dalam memastikan keberlanjutan program pos gizi. Orang tua perlu memperhatikan variasi makanan, kecukupan protein, kebersihan makanan, serta kebiasaan makan anak sesuai kebutuhan usianya. Edukasi yang diberikan kader kesehatan diharapkan dapat membantu keluarga menerapkan pola pemenuhan gizi yang lebih baik dalam kehidupan sehari-hari.

Pemkot Tangsel juga memiliki layanan pendampingan kesehatan melalui program Ngider Sehat. Layanan ini menjadi salah satu upaya untuk memperluas jangkauan pelayanan masyarakat, termasuk mendukung pemantauan kesehatan dan penanganan masalah gizi. Penguatan layanan berbasis masyarakat tersebut diharapkan dapat melengkapi peran pos gizi dalam mendeteksi risiko stunting lebih awal.

Melalui target penambahan tujuh pos gizi pada 2026, Pemkot Tangsel berharap jangkauan edukasi dan pendampingan gizi semakin luas. Langkah ini sekaligus memperkuat upaya pencegahan stunting melalui keterlibatan kader kesehatan dan dukungan pemenuhan nutrisi bagi ibu dan anak.

Dengan penguatan program tersebut, masyarakat diharapkan semakin memahami pentingnya pemenuhan gizi seimbang, pemantauan pertumbuhan anak secara berkala, serta pemeriksaan kesehatan ibu hamil. Kolaborasi antara pemerintah, kader kesehatan, tenaga medis, dan keluarga menjadi salah satu kunci untuk memperkuat pencegahan stunting di Tangerang Selatan. (Adv)

Cek Berita dan Artikel Lainnya di Google News Beritabanten.com