Beritabanten.com – Kisah Sunhaji (37), seorang penjual es teh asal Magelang, Jawa Tengah, mendadak viral setelah dirinya diejek dengan kata “gob*ok” oleh Utusan Khusus Presiden Miftah Maulana Habiburrahman alias Gus Miftah, dalam sebuah acara pengajian yang dihadiri oleh sang tokoh agama.

Peristiwa yang terjadi di tengah acara dakwah ini memicu beragam reaksi dari masyarakat, termasuk simpati yang datang dari berbagai pihak, salah satunya adalah Masjid Nurul ‘Ashri yang berlokasi di Deresan, Kalurahan Caturtunggal, Kapanewon Depok, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Viralnya Peristiwa di Pengajian

Insiden tersebut terjadi saat Sunhaji menawarkan dagangannya es teh di tengah pengajian yang dipimpin oleh Gus Miftah di Magelang. Dalam rekaman video yang tersebar luas, Gus Miftah tampak menyebutkan kata yang dianggap tidak pantas, yakni “gob*ok,” yang langsung menyulut kritik dari berbagai kalangan. Video tersebut segera viral, dan beredar luas di berbagai platform media sosial, memicu beragam reaksi netizen.

Banyak warganet yang menganggap tindakan Gus Miftah sebagai sesuatu yang kurang pantas, terutama mengingat statusnya sebagai seorang tokoh agama. Banyak yang merasa bahwa candaan tersebut tidak sesuai dengan konteks acara pengajian yang seyogianya mengandung pesan-pesan positif.

Simpati Dari Berbagai Pihak

Namun, di balik peristiwa yang kurang mengenakkan itu, muncul gelombang solidaritas yang luar biasa dari masyarakat. Salah satu pihak yang tergerak untuk membantu adalah pengelola Masjid Nurul ‘Ashri Deresan.

Menurut Kepala Kemitraan dan Komunikasi Masjid Nurul ‘Ashri, Faturrahman Arhaby, pihaknya merasa bahwa peristiwa yang menimpa Sunhaji itu layak mendapatkan perhatian.

“Kami melihat itu (peristiwa yang dialami Sunhaji) menjadi sesuatu yang kurang elok. Seharusnya, sebagai seorang tokoh agama, lebih bijaksana dalam bertindak,” ujar Fatur dalam sambungan telepon pada Rabu (4/12).

Fatur menambahkan, begitu mengetahui tentang kejadian tersebut, banyak pihak yang menghubungi Masjid Nurul ‘Ashri untuk memberikan dukungan, baik berupa bantuan materiil maupun moril.

Akhirnya, tim dari masjid berangkat menuju Magelang pada pagi hari, usai Subuh, untuk bertemu langsung dengan Sunhaji dan keluarga.

Kondisi Keluarga Sunhaji yang Memprihatinkan

Sesampainya di rumah Sunhaji, Fatur dan tim masjid menemukan bahwa Sunhaji tinggal bersama mertuanya di rumah yang dihuni oleh beberapa keluarga.

Selain itu, Sunhaji diketahui sudah yatim piatu sejak lahir, dan kehidupannya cukup sederhana. Fatur menjelaskan, keluarga Sunhaji tidak memiliki rumah pribadi dan tinggal bersama mertua di tempat yang sempit.

“Dari hasil asesmen kami, Pak Sunhaji ini tinggal bersama mertuanya di rumah yang dihuni oleh beberapa keluarga. Beliau sudah yatim piatu sejak lahir dan keadaan ekonomi keluarganya memang cukup terbatas,” terang Fatur.

Berdasarkan informasi ini, Masjid Nurul ‘Ashri pun memutuskan untuk memberikan bantuan yang berbeda dari banyak pihak lain yang menawarkan bantuan modal usaha atau umrah.

Masjid memutuskan untuk membangun sebuah rumah baru bagi Sunhaji dan keluarganya, sebagai bentuk perhatian yang lebih mendalam terhadap kebutuhan dasar mereka.

Rencana Pembangunan Rumah Baru

Fatur menjelaskan bahwa rumah yang akan diberikan kepada Sunhaji bukanlah renovasi dari rumah mertuanya, melainkan rumah baru yang akan dibangun di lokasi yang tidak jauh dari tempat tinggal Sunhaji saat ini. “Kami akan membangun rumah baru untuk Pak Sunhaji. Lokasinya nanti akan berada di dekat tempat tinggal beliau sekarang,” kata Fatur.

Masjid Nurul ‘Ashri, dengan dukungan masyarakat dan donatur, kini tengah menggalang dana untuk pembangunan rumah tersebut. Target dana yang dibutuhkan untuk membangun rumah ini sekitar Rp 300 juta. Fatur mengungkapkan bahwa hingga saat ini, donasi yang terkumpul sudah mencapai sekitar Rp 100 juta, dan mereka berharap dana dapat terkumpul secepatnya agar pembangunan rumah dapat segera dimulai.

“Kami berharap donasi dapat terus mengalir. Jika bisa terkumpul dalam waktu dekat, pembangunan rumah untuk Pak Sunhaji akan segera dimulai,” tambah Fatur.

Respons Positif dari Warganet

Setelah Masjid Nurul ‘Ashri mengunggah informasi mengenai bantuan rumah ini ke media sosial, respons positif dari warganet pun sangat besar. Banyak netizen yang mendukung inisiatif ini dan berharap keluarga Sunhaji dapat segera memperoleh tempat tinggal yang lebih layak. “Alhamdulillah, semoga rumah ini membawa berkah bagi keluarga Pak Sunhaji,” tulis salah satu netizen di kolom komentar unggahan masjid.

Dengan adanya solidaritas masyarakat dan kepedulian dari banyak pihak, Sunhaji dan keluarganya kini mendapat harapan baru. Kejadian yang semula berawal dari sebuah ejekan kini bertransformasi menjadi momentum untuk perubahan hidup yang lebih baik bagi keluarga sederhana tersebut.

Peristiwa yang menimpa Sunhaji, meskipun bermula dari sebuah kejadian kontroversial, membuktikan bahwa dalam dunia yang serba cepat ini, banyak pihak yang siap memberikan bantuan dan solidaritas ketika melihat ketidakadilan.

Keputusan Masjid Nurul ‘Ashri untuk memberikan rumah baru bagi Sunhaji menjadi bukti nyata bahwa perubahan positif sering kali datang dari kejadian yang tidak terduga.

Dengan harapan baru ini, semoga kehidupan Sunhaji dan keluarganya dapat menjadi lebih baik, dan kisah ini menjadi inspirasi bagi kita semua untuk lebih peduli dan saling membantu. (Nbl)

Cek Berita dan Artikel Lainnya di Google News Beritabanten.com