Beritabanten.com — Kafilah Kota Tangerang Selatan resmi dilepas untuk mengikuti Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-23 Tingkat Provinsi Banten yang digelar di Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten (KP3B), Kota Serang, pada 6–10 Juli 2026. Berbekal pembinaan yang dilakukan secara bertahap, kontingen Tangsel memasang target mengembalikan tradisi juara umum yang dalam beberapa tahun terakhir lepas dari genggaman.
Pelepasan dilakukan Sekretaris Daerah Kota Tangerang Selatan yang juga Ketua Umum Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Kota Tangsel, Bambang Noertjahjo.
Pada kesempatan itu, ia menyerahkan bendera pataka kepada Ketua Kafilah, Chaerudin, sebagai simbol kesiapan kontingen membawa nama baik Kota Tangerang Selatan di ajang MTQ tingkat Provinsi Banten.
Bambang mengatakan seluruh peserta telah dibekali melalui tiga tahapan pembinaan sebagai bentuk keseriusan pemerintah daerah dalam mencetak generasi Qurani yang berprestasi sekaligus berakhlak mulia.
“Pembinaan yang dilakukan secara bertahap ini menunjukkan komitmen kita untuk terus meningkatkan kualitas generasi Qurani di Kota Tangsel. Kita boleh berharap dan menargetkan untuk kembali menjadi juara umum karena kita telah melakukan ikhtiar yang sungguh-sungguh,” ujarnya.
Menurut Bambang, keberhasilan dalam MTQ tidak hanya diukur dari raihan prestasi. Para peserta juga diharapkan mampu menunjukkan akhlak, kedisiplinan, serta sikap yang mencerminkan nilai-nilai Al-Qur’an selama mengikuti seluruh rangkaian perlombaan.
“Percuma kita juara kalau adab kita tidak menunjukkan generasi yang Islami. Menang tentu menjadi harapan kita bersama, namun yang lebih penting adalah memberikan penampilan terbaik dengan niat mengagungkan kalam Allah SWT,” tegasnya.
Ia juga meminta seluruh perangkat daerah memberikan dukungan kepada para peserta agar dapat tampil maksimal dan menjaga semangat selama mengikuti MTQ hingga penutupan.

Pembinaan Berjenjang Jadi Modal Tangsel
Ketua Harian LPTQ Kota Tangerang Selatan KH Muhammad Sobron Zayyan mengatakan pembinaan tahun ini dilakukan lebih terstruktur dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Selain mematangkan kemampuan pada setiap cabang musabaqah, peserta juga dibekali penguatan mental, kedisiplinan, serta kesiapan menghadapi persaingan di tingkat provinsi.
Menurutnya, pembinaan berjenjang menjadi salah satu kunci untuk meningkatkan kualitas kafilah. Seluruh pelatih dan pembina melakukan evaluasi terhadap kemampuan masing-masing peserta sehingga materi pembinaan disesuaikan dengan kebutuhan setiap cabang lomba.
“Kami optimistis kafilah Kota Tangerang Selatan mampu memberikan penampilan terbaik. Target tentu ingin mengembalikan prestasi sebagai juara umum, tetapi yang paling penting seluruh peserta mampu menampilkan kemampuan terbaik yang telah dipersiapkan selama proses pembinaan,” kata KH Sobron, biasa dipanggil.
Ia menambahkan, LPTQ Kota Tangerang Selatan terus memperkuat pembinaan secara berkelanjutan, tidak hanya menjelang pelaksanaan MTQ. Regenerasi qari, qariah, hafiz, hafizah, mufasir, dan peserta dari berbagai cabang musabaqah menjadi perhatian agar kualitas kafilah tetap terjaga dari tahun ke tahun.
Pembinaan yang dilakukan LPTQ Kota Tangerang Selatan tidak hanya diarahkan untuk menghadapi MTQ tingkat provinsi, tetapi juga menjadi bagian dari pengembangan tilawatil Qur’an di tengah masyarakat.
Melalui sinergi dengan pondok pesantren, lembaga pendidikan Al-Qur’an, majelis taklim, serta para pelatih dan pembina, pemerintah berupaya mencetak generasi Qurani yang mampu berprestasi sekaligus menjadi teladan di lingkungan masing-masing.
Menurut KH Sobron, proses seleksi peserta dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan kemampuan teknis, kesiapan mental, dan hasil evaluasi selama masa pembinaan. Dengan proses tersebut, setiap peserta yang mewakili Kota Tangerang Selatan diharapkan benar-benar siap bersaing sekaligus mampu menjaga nama baik daerah selama mengikuti perlombaan.
Selain mengejar prestasi, keikutsertaan dalam MTQ juga menjadi momentum memperkuat syiar Al-Qur’an di tengah masyarakat. Nilai-nilai yang dipelajari selama proses pembinaan diharapkan tidak berhenti di arena perlombaan, tetapi dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari sehingga memberikan manfaat bagi lingkungan sekitar.
Pemerintah Kota Tangerang Selatan memandang MTQ memiliki peran strategis dalam membangun karakter generasi muda. Karena itu, pembinaan tidak hanya difokuskan pada kemampuan membaca, menghafal, memahami, maupun menafsirkan Al-Qur’an, tetapi juga membentuk pribadi yang berintegritas, disiplin, dan berakhlak mulia.
Melalui pembinaan yang berkesinambungan serta dukungan seluruh elemen masyarakat, LPTQ Kota Tangerang Selatan optimistis mampu menjaga tradisi melahirkan qari, qariah, hafiz, hafizah, dan peserta terbaik di berbagai cabang musabaqah. Optimisme tersebut menjadi motivasi bagi seluruh anggota kafilah untuk memberikan penampilan terbaik sekaligus mengharumkan nama Kota Tangerang Selatan.
KH Sobron berharap seluruh anggota kafilah menjaga kesehatan, kekompakan, serta fokus selama mengikuti perlombaan. Menurutnya, suasana yang kondusif dan saling mendukung antarpeserta menjadi modal penting untuk meraih hasil terbaik.

Siap Tampil Maksimal
Sementara itu, Ketua Kafilah Chaerudin memastikan seluruh peserta telah siap mengikuti kompetisi setelah menjalani seluruh rangkaian pembinaan. Ia mengajak seluruh anggota kontingen menjaga kekompakan, disiplin, serta nama baik Kota Tangerang Selatan selama berada di arena MTQ.
MTQ ke-23 Tingkat Provinsi Banten menjadi ajang pembinaan sekaligus evaluasi terhadap hasil pengembangan Tilawatil Qur’an di setiap kabupaten dan kota.
Bagi Kota Tangerang Selatan, keikutsertaan dalam ajang tersebut tidak hanya untuk mengejar prestasi, tetapi juga memperkuat syiar Al-Qur’an, membina generasi Qurani, serta menanamkan nilai-nilai keislaman dalam kehidupan masyarakat.
Kontingen Tangsel akan mengikuti seluruh rangkaian MTQ hingga penutupan pada 10 Juli 2026. Dengan persiapan yang matang, pembinaan berjenjang, serta dukungan pemerintah dan masyarakat, Kota Tangerang Selatan berharap mampu merebut kembali gelar juara umum yang pernah menjadi kebanggaan daerah. (Adv)
Cek Berita dan Artikel Lainnya di Google News Beritabanten.com


Tinggalkan Balasan