Beritabanten.com – Sekretaris Jenderal Partai Gerindra Bali, I Kadek Rambo Prasetya, mengeluarkan klarifikasi terkait pernyataan Presiden Prabowo Subianto, yang menyebutkan rencananya untuk menjadikan Bali sebagai “The New Singapore.”
“Klarifikasi ini disampaikan menyusul berbagai komentar masyarakat yang menilai pernyataan tersebut berpotensi mengubah karakter budaya Bali yang kental dengan tradisi dan adat istiadat,” katanya, kemarin.
Rambo Prasetya menjelaskan bahwa pernyataan Prabowo tersebut tidak dimaksudkan untuk menggantikan identitas dan budaya Bali, melainkan lebih kepada visi untuk meningkatkan perekonomian Bali melalui pembangunan infrastruktur dan pariwisata yang lebih maju, dengan mengambil beberapa inspirasi dari kesuksesan Singapura sebagai pusat ekonomi global.
“Pernyataan Pak Prabowo tentang Bali menjadi ‘The New Singapore’ seharusnya dipahami dalam konteks pembangunan ekonomi yang berkelanjutan. Kami ingin Bali menjadi pusat pariwisata kelas dunia, seperti halnya Singapura, namun tetap mempertahankan nilai-nilai budaya dan tradisi yang telah lama ada di Bali,” ujarnya.
Rambo juga menanggapi banyaknya komentar yang kurang setuju dengan ide tersebut, yang khawatir Bali akan kehilangan keasliannya jika terlalu terpengaruh oleh model pembangunan Singapura yang modern dan global.
Menurutnya, visi tersebut tidak berarti bahwa Bali akan menjadi seperti Singapura secara keseluruhan, melainkan mengadopsi beberapa elemen penting yang dapat membantu Bali berkembang tanpa mengorbankan budaya lokal.
“Bali punya daya tarik yang luar biasa dengan alam, seni, dan budaya yang unik. Kami tetap berkomitmen untuk menjaga dan melestarikan hal tersebut, sembari mendorong perkembangan ekonomi. Pembangunan Bali ke depan harus mengedepankan keseimbangan antara kemajuan dan pelestarian,” tambahnya.
Rambo juga menegaskan bahwa partainya mendukung penuh upaya-upaya yang dapat memperkuat sektor pariwisata Bali, termasuk dengan meningkatkan kualitas infrastruktur, memperbanyak lapangan pekerjaan, serta memajukan sektor-sektor lain seperti pendidikan dan kesehatan, tanpa mengubah karakter khas pulau dewata.
Pernyataan Prabowo, dikatakan, memicu kontroversi karena akan menjadikan Bali sebagai salah satu destinasi internasional yang setara dengan Singapura, dengan menekankan pentingnya pembangunan yang cepat dan berorientasi pada teknologi.
“Namun, Prabowo juga menekankan bahwa Bali tetap akan mempertahankan kearifan lokalnya dalam proses pembangunan tersebut,” tukasnya.
Rambo berharap agar masyarakat Bali dapat melihat visi tersebut secara lebih luas dan tidak terjebak dalam interpretasi yang sempit, serta lebih fokus pada manfaat yang dapat diperoleh dari pembangunan yang berkelanjutan.
“Saya juga mengajak semua pihak untuk berdiskusi lebih lanjut demi mencapai kesepakatan yang dapat menguntungkan seluruh masyarakat Bali,” pungkasnya. (Sra)
Cek Berita dan Artikel Lainnya di Google News Beritabanten.com


Tinggalkan Balasan