Beritabanten.com — Hasil survei Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) yang menempatkan elektabilitas Partai Solidaritas Indonesia (PSI) di angka 4,1 persen menunjukkan bahwa pengaruh politik Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) masih memiliki daya tarik di kalangan pemilih. Meski demikian, efek elektoral tersebut dinilai belum sebesar yang pernah ditunjukkan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) terhadap Partai Demokrat pada masa puncak popularitasnya.

Kedekatan PSI dengan Jokowi diperkirakan memberikan tambahan dukungan melalui fenomena coattail effect, yaitu kondisi ketika popularitas seorang tokoh turut mengangkat elektabilitas partai yang diasosiasikan dengannya. Namun, kenaikan tersebut masih tergolong terbatas karena elektabilitas PSI baru berada di angka 4,1 persen atau sedikit di atas ambang batas parlemen.

Dalam kajian ilmu politik, kondisi tersebut sejalan dengan konsep personal vote, yakni kecenderungan pemilih memberikan dukungan kepada figur dibandingkan partai politik. Meski seorang tokoh memiliki tingkat popularitas tinggi, dukungan itu tidak selalu berpindah secara utuh kepada partai yang dianggap dekat dengannya.

Sebagian pemilih Jokowi masih tetap menjatuhkan pilihan kepada partai lain seperti Gerindra, Golkar, PDI Perjuangan, maupun partai politik lainnya. Pilihan tersebut dipengaruhi berbagai faktor, mulai dari identitas kepartaian, kekuatan calon legislatif di daerah pemilihan, hingga pertimbangan ideologi dan program partai.

Fenomena tersebut berbeda dengan yang terjadi pada Partai Demokrat ketika dipimpin SBY. Pada masa itu, Demokrat berhasil menjadi kendaraan politik utama SBY sehingga mampu memperoleh lonjakan suara yang signifikan dalam pemilu. Keterikatan antara figur dan partai dinilai jauh lebih kuat sehingga efek elektoralnya lebih besar.

Sementara itu, dalam konteks PSI, kedekatan dengan Jokowi memang memberikan keuntungan elektoral, tetapi belum cukup untuk mengangkat partai tersebut menjadi kekuatan politik menengah hanya melalui pengaruh figur.

Dengan demikian, hasil survei SMRC dapat dibaca sebagai indikasi bahwa Jokowi masih memiliki pengaruh politik yang nyata. Namun, untuk memperbesar dukungan pada pemilu mendatang, PSI tetap perlu memperkuat organisasi, kaderisasi, serta menawarkan program yang relevan agar mampu membangun basis pemilih yang lebih luas dan berkelanjutan, tidak semata bergantung pada popularitas seorang tokoh.

Cek Berita dan Artikel Lainnya di Google News Beritabanten.com