Beritabanten.com – Perkiraan cuaca yang dirilis oleh Badan Meteorologi dan Geofisika (BMKG) memperlihatkan data tentang cuaca ekstrem berupa hujan lebat dan angin kencang berpotensi terjadi pada 9-15 Juli 2024.
Kepala Pelaksana Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lebak, Feby Rizky Pratama, meminta para relawan untuk tetap siaga. Hal tersebut penting, sebagai antisipasi bencana yang berpotensi disebabkan oleh hujan deras.
“Semua personel baik di posko utama kantor BPBD Lebak dan tim relawan di kecamatan untuk terus memantau potensi bencana mengingat potensi curah hujan tinggi masih dapat terjadi,” katanya, Jumat (12/7/2024).
Ia menjelaskan, untuk personil BPBD Lebak yang ada di 28 kecamatan untuk siaga penuh menghadapi segala kemungkinan bencana. Lebih lanjut, Febby memberikan imbauan kepada relawan ketika terjadi bencana segera lakukan penangan.
“Saya ingin semua personil siaga penuh, segera laporkan ke kami kalau terjadi bencana, agar segera dilakukan penangan secepat mungkin,” ucapnya.
Ia menambahkan, bahwa pihaknya telah memetakan wilayah yang rawan bencana untuk mengantisipasi dan memberikan peringatan kepada masyarakat.
“Kami sudah petakan wilayah mana saja yang rawan terjadi longsor dan banjir. Ini adalah salah satu upaya kami agar bisa mengantisipasi dan memberikan peringatan kepada masyarakat,” ucapnya.
Diketahui,ada 16 kecamatan yang rawan banjir, yaitu Rangkasbitung, Cibadak, Kalanganyar, Cimarga, Warunggunung, Cikulur, Wanasalam, Banjarsari, Maja, Curugbitung, Bayah, Panggarangan, Cihara, Malingping, Sajira, dan Cijaku.
Selain itu, ada 14 kecamatan yang rawan longsor, yaitu Sobang, Lebakgedong, Cigemblong, Bojongmanik, Cibeber, Muncang, Bayah, Gunungkencana, Cipanas, Cileles, Cimarga, Cikulur, Leuwidamar, dan Cilograng. Total kecamatan di Lebak yang rawan bencana ada sekitar 26 wilayah, baik banjir maupun longsor. (Red)
Cek Berita dan Artikel Lainnya di Google News Beritabanten.com


Tinggalkan Balasan