Beritabanten.com – Di banyak pelosok Kabupaten Lebak, jalan bukan sekadar hamparan aspal atau beton yang menghubungkan satu tempat dengan tempat lain. Jalan adalah jalur kehidupan. Dari jalan desa, hasil panen dibawa menuju pasar, anak-anak berangkat sekolah, warga mencari layanan kesehatan, hingga roda ekonomi kecil terus bergerak.

Selama bertahun-tahun, keterbatasan akses menjadi salah satu tantangan yang dihadapi masyarakat di wilayah pedesaan Lebak. Jarak yang jauh dan kondisi infrastruktur yang belum merata membuat sebagian warga harus menempuh perjalanan lebih lama untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Kini, Pemerintah Kabupaten Lebak mulai memperkuat pembangunan infrastruktur dasar melalui program Jalan Poros Desa Produktif. Program tersebut menjadi bagian dari strategi pemerintah daerah untuk membuka konektivitas antarwilayah sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.

Dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Lebak 2025–2029, pembangunan jalan poros desa produktif masuk dalam daftar Proyek Strategis Daerah. Program ini menargetkan penanganan ribuan kilometer ruas jalan desa yang tersebar di berbagai wilayah.

Bagi pemerintah daerah, pembangunan jalan desa bukan hanya persoalan memperbaiki infrastruktur. Lebih dari itu, jalan menjadi pintu masuk untuk memperkuat ketahanan pangan, mengembangkan sektor pariwisata, membuka peluang ekonomi lokal, serta memperluas akses masyarakat terhadap pelayanan dasar.

Bupati Lebak Moch. Hasbi Asyidiki Jayabaya mengatakan pembangunan jalan poros desa produktif menjadi bagian dari upaya memastikan masyarakat mendapatkan akses yang lebih baik terhadap berbagai kebutuhan.

Menurutnya, infrastruktur yang terkoneksi akan memperkuat sistem logistik daerah dan memberikan dampak langsung terhadap aktivitas ekonomi warga.

“Komitmen ini sebagai bentuk upaya sinergitas dan kolaborasi terhadap program prioritas pemerintah provinsi maupun nasional,” ujar Hasbi.

Di bawah konsep pembangunan Lebak Ruhay, pemerintah daerah juga menargetkan peningkatan layanan dasar lainnya, mulai dari pendidikan, kesehatan, hunian layak, hingga penguatan ekonomi masyarakat berbasis potensi lokal.

Sebab bagi masyarakat desa, jalan yang baik berarti lebih dari sekadar kemudahan perjalanan. Jalan yang terbuka berarti kesempatan baru untuk menjual hasil pertanian dengan lebih cepat, membuka usaha, dan menghubungkan desa dengan pusat pertumbuhan ekonomi.

Selain pembangunan infrastruktur, Pemkab Lebak juga mendorong masuknya investasi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Investasi tidak hanya diukur dari besarnya nilai modal yang masuk, tetapi juga dari kemampuan menciptakan lapangan kerja, memberdayakan UMKM, meningkatkan pendapatan daerah, serta menjaga lingkungan.

Pemerintah daerah berharap pembangunan yang dilakukan mampu menciptakan pemerataan kesejahteraan hingga ke tingkat desa. Kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dunia usaha, dan berbagai pihak menjadi kunci agar pembangunan tidak berhenti pada proyek fisik, tetapi benar-benar menghadirkan perubahan.

Sebab bagi warga Lebak, sebuah jalan yang dibangun bukan hanya menghubungkan dua wilayah. Ia menghubungkan mimpi, membuka peluang, dan membawa harapan baru menuju kehidupan yang lebih baik. (Red)

Cek Berita dan Artikel Lainnya di Google News Beritabanten.com