Beritabanten.com — Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan bukan sekadar persoalan jarak pandang atau udara yang terasa pengap. Di balik asap yang terlihat, terdapat partikel halus PM2.5 yang dapat masuk jauh ke dalam sistem pernapasan dan berdampak pada kesehatan.
Beredar perhitungan yang menyebut paparan PM2.5 pada konsentrasi sangat tinggi dapat memiliki ekuivalensi dampak kesehatan seperti merokok ratusan hingga sekitar 950 batang rokok. Namun, angka tersebut harus dipahami dengan benar.
Bukan berarti seseorang mengisap 950 batang rokok dalam satu tarikan napas. Perbandingan tersebut merupakan pendekatan terhadap paparan PM2.5 dalam periode tertentu, berdasarkan metode ekuivalensi yang digunakan Berkeley Earth.
Jika konsentrasi PM2.5 memang mencapai sekitar 20.900 µg/m³, maka dengan pendekatan sederhana 22 µg/m³ setara dengan sekitar satu batang rokok per hari, hasilnya berada di kisaran 950 batang rokok sebagai ekuivalensi paparan.
Angka tersebut tetap menunjukkan betapa ekstremnya kualitas udara ketika kebakaran hutan menghasilkan konsentrasi partikulat yang sangat tinggi.
PM2.5 merupakan partikel berukuran sangat kecil yang dapat masuk hingga jauh ke dalam saluran pernapasan. Paparan dalam jumlah tinggi dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan, terutama bagi kelompok rentan.
Karena itu, kabut asap tidak boleh dianggap sebagai sesuatu yang biasa. Anak-anak, lansia, ibu hamil, serta orang dengan gangguan pernapasan menjadi kelompok yang sangat perlu dilindungi.
Asap mungkin terlihat hanya seperti kabut. Namun, yang masuk ke paru-paru adalah partikel berukuran sangat kecil yang tidak kasatmata.
Jangan menunggu sampai sesak napas atau sakit. Ketika kualitas udara memburuk, kurangi aktivitas di luar ruangan, gunakan perlindungan pernapasan yang sesuai, dan pantau kualitas udara setempat.
Hutan terbakar, udara tercemar, kesehatan masyarakat ikut menjadi taruhan. (Red)
Cek Berita dan Artikel Lainnya di Google News Beritabanten.com


Tinggalkan Balasan