Beritabanten.com – Rencana pembangunan lumbung pangan oleh Perum Bulog di Kabupaten Pandeglang, Banten, memiliki nilai strategis tidak hanya untuk memperkuat cadangan pangan, tetapi juga memastikan hasil panen petani terserap dan memiliki kepastian pasar.
Fasilitas yang akan dibangun di atas lahan seluas 4,4 hektare itu diharapkan menjadi bagian penting dalam memperkuat ekosistem pangan Pandeglang sekaligus mendukung program swasembada pangan nasional.
Rencana tersebut ditandai dengan serah terima hibah sertifikat lahan dari Pemerintah Kabupaten Pandeglang kepada Bulog di Kantor Pertanahan Kabupaten Pandeglang, Kamis, 3 September 2026.
Lahan pembangunan lumbung pangan berada di Desa Caringin, Kecamatan Labuan. Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Pandeglang, Fahmi, mengatakan lahan tersebut merupakan aset Pemerintah Kabupaten Pandeglang yang telah sesuai dengan pola ruang kawasan tanaman pangan.
“Tanah ini milik Pemda Pandeglang seluas 4,4 hektare. Kebetulan lokasi tersebut sesuai dengan pola ruang Kabupaten Pandeglang yang masih berwarna hijau dan merupakan kawasan tanaman pangan,” ujar Fahmi, dilihat di RRI, Jumat 4 Agustus 2026
Nilai strategis pembangunan lumbung pangan semakin besar karena Pandeglang memiliki basis pertanian yang kuat dan menjadi salah satu wilayah penting dalam produksi pangan di Banten.
Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan produksi padi menjadi bagian penting dari sektor pertanian Pandeglang, dengan indikator luas panen, produksi dan produktivitas yang terus dipantau sebagai ukuran kinerja pangan daerah.
Dari sisi kebutuhan, pangan yang diproduksi petani Pandeglang juga memiliki pasar yang besar. Dengan jumlah penduduk sekitar 1,4 juta jiwa, kebutuhan beras masyarakat mencapai ratusan ribu ton setiap tahun apabila dihitung berdasarkan tingkat konsumsi rata-rata.
Artinya, keberadaan fasilitas penyimpanan dan penyerapan seperti lumbung pangan menjadi penting untuk menjaga kesinambungan pasokan, terutama ketika produksi menghadapi tekanan akibat perubahan musim.
Kebutuhan tersebut menjadi semakin relevan di tengah ancaman kekeringan yang melanda sejumlah wilayah pertanian Pandeglang. Sebelumnya dilaporkan sekitar 867,5 hektare lahan padi terdampak kekeringan di 20 kecamatan, termasuk lahan yang mengalami kerusakan berat dan puso.
Kondisi tersebut memperlihatkan bahwa ketahanan pangan tidak cukup hanya mengandalkan besarnya produksi saat musim panen. Pemerintah juga membutuhkan sistem penyimpanan, penyerapan dan distribusi yang mampu menjaga hasil produksi petani tetap tersedia ketika produksi mengalami penurunan.
Dalam konteks itu, lumbung pangan Bulog di Pandeglang dapat berfungsi sebagai penghubung antara produksi petani dan kebutuhan masyarakat. Saat panen berlangsung, hasil produksi dapat diserap dan dikelola sebagai bagian dari cadangan pangan. Sebaliknya, ketika produksi menurun atau kebutuhan meningkat, cadangan tersebut dapat menjadi salah satu instrumen untuk menjaga ketersediaan pangan.
Direktur SDM dan Transformasi Perum Bulog Pusat, Mayjen TNI (Purn) Ade Prasetya Nurdin, mengatakan pembangunan lumbung pangan merupakan tindak lanjut dari instruksi pemerintah dalam mempercepat pencapaian swasembada pangan.
Menurut Ade, Bulog memiliki tugas penting dalam melakukan penyerapan hasil panen petani.
“Bulog bagian untuk melakukan penyerapan beras. Sampai akhir tahun ini harus menyerap hasil panen petani,” kata Ade.
Peran petani dalam skema tersebut menjadi sangat penting. Petani bukan hanya sebagai penerima manfaat dari keberadaan Bulog, tetapi menjadi aktor utama yang menentukan keberlanjutan produksi pangan daerah.
Petani berperan menjaga luas tanam, meningkatkan produktivitas, mempercepat penanaman setelah panen, menjaga kualitas gabah serta memasok hasil produksinya ke rantai pangan yang telah disiapkan pemerintah.
Dengan demikian, keberadaan lumbung pangan harus berjalan beriringan dengan peningkatan kapasitas petani, dukungan benih, pupuk, irigasi, teknologi pertanian dan akses pembiayaan.
Kepastian pembelian hasil panen juga dapat memberikan insentif ekonomi bagi petani untuk mempertahankan lahan pertanian dan meningkatkan produksi. Ketika petani memiliki kepastian pasar, risiko hasil panen tidak terserap dapat ditekan dan kegiatan usaha tani menjadi lebih menarik untuk dipertahankan.
Pengalaman di wilayah Banten lainnya menunjukkan pentingnya sinergi antara produksi petani dan penyerapan Bulog. Di Kabupaten Lebak, produksi beras yang tinggi membuat daerah tersebut memiliki surplus yang dapat berkontribusi terhadap kebutuhan pangan wilayah lain.
Hal tersebut menunjukkan bahwa lumbung pangan bukan sekadar persoalan membangun gudang. Infrastruktur tersebut harus menjadi bagian dari mata rantai yang menghubungkan petani, penggilingan, Bulog, pemerintah daerah dan konsumen.
Ade juga menyebut Bulog ke depan tidak hanya berfokus pada penyerapan beras, tetapi secara bertahap dapat memperluas cakupan komoditas pangan lainnya, seperti kedelai dan gula. Langkah tersebut diarahkan untuk memperkuat ketahanan pangan sekaligus menekan ketergantungan terhadap pasokan dari luar negeri.
Bupati Pandeglang Raden Dewi Setiani menyambut baik rencana pembangunan lumbung pangan tersebut. Menurutnya, keberadaan Bulog sebagai off-taker memberikan kepastian kepada petani mengenai pasar hasil produksi mereka.
“Dengan Bulog jadi off-taker, tak perlu lagi petani takut mau menjual hasil panennya ke mana, karena sudah siap ada yang menampung,” ujar Dewi.
Bagi Pandeglang, pembangunan lumbung pangan tersebut dapat menjadi momentum untuk memperkuat posisi petani sebagai tulang punggung ketahanan pangan daerah. Pemerintah daerah tidak hanya dituntut meningkatkan produksi, tetapi juga memastikan petani memperoleh manfaat ekonomi dari setiap peningkatan produksi yang mereka hasilkan.
Jika dibangun dengan dukungan sistem irigasi, penggilingan, penyimpanan, distribusi dan penyerapan yang terintegrasi, lumbung pangan di Desa Caringin berpotensi menjadi simpul strategis pengelolaan pangan Pandeglang.
Fasilitas tersebut diharapkan mampu menjaga ketersediaan pangan masyarakat, mengurangi risiko gejolak pasokan, memberikan kepastian pasar bagi petani serta memperkuat kontribusi Pandeglang terhadap ketahanan pangan Banten dan nasional. (Red)
Cek Berita dan Artikel Lainnya di Google News Beritabanten.com


Tinggalkan Balasan