Beritabanten.com – Di tengah suasana peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, ada sebuah kata yang menarik untuk direnungkan dari lingkungan kampus IPB University, yakni “Al-Hurriyyah”.

Kata tersebut melekat pada nama Masjid Al-Hurriyyah IPB. Secara bahasa Arab, al-hurriyyah berarti kemerdekaan atau kebebasan. Kata ini terasa semakin relevan ketika Indonesia memperingati 81 tahun kemerdekaannya pada Agustus 2026.

Bagi mahasiswa, kemerdekaan tidak hanya dapat dimaknai sebagai peristiwa sejarah ketika bangsa Indonesia memproklamasikan kemerdekaan pada 17 Agustus 1945. Kemerdekaan juga memiliki makna yang lebih luas, termasuk kebebasan untuk belajar, berpikir, menyampaikan gagasan, dan menentukan masa depan dengan penuh tanggung jawab.

Khairan, seorang mahasiswa, melihat kata Al-Hurriyyah memiliki pesan yang menarik jika dikaitkan dengan momentum HUT RI ke-81.

“Al-Hurriyyah artinya kemerdekaan. Menarik karena kata itu menjadi bagian dari nama masjid di lingkungan kampus, tempat mahasiswa belajar dan membangun pemikiran,” ujar Khairan, Bogor, Minggu 23 Agustus 2026.

Menurutnya, kemerdekaan seharusnya tidak hanya dipahami sebagai bebas dari penjajahan secara fisik. Kemerdekaan juga berarti kemampuan manusia untuk menentukan pilihan yang baik serta tidak diperbudak oleh kebodohan, ketakutan, maupun kepentingan yang dapat merusak masa depan.

“Mahasiswa punya kemerdekaan untuk belajar, berpikir, bertanya, dan menyampaikan pendapat. Tetapi kebebasan itu juga harus disertai tanggung jawab,” katanya.

Masjid Al-Hurriyyah kemudian menjadi menarik bukan hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai simbol yang dapat mengingatkan mahasiswa mengenai makna kebebasan. Di lingkungan akademik, kebebasan berpikir merupakan bagian penting dari proses pendidikan.

Kemerdekaan berpikir memungkinkan mahasiswa mempertanyakan berbagai persoalan, mencari pengetahuan, menguji gagasan, dan menghasilkan solusi bagi masyarakat. Namun, kebebasan tersebut tetap harus dibangun di atas ilmu, etika, dan tanggung jawab.

Bagi Khairan, peringatan HUT RI ke-81 menjadi momentum untuk melihat kembali makna kemerdekaan dari sudut pandang generasi muda.

“Kalau dulu kemerdekaan diperjuangkan untuk membebaskan bangsa dari penjajahan, sekarang tugas generasi muda adalah mengisi kemerdekaan itu. Salah satunya dengan ilmu dan karya,” ujarnya.

Ia menilai mahasiswa memiliki posisi penting dalam mengisi kemerdekaan. Kampus bukan hanya tempat memperoleh gelar, tetapi juga ruang untuk membangun karakter, mengembangkan ilmu pengetahuan, dan mempersiapkan diri memberikan manfaat kepada masyarakat.

Dalam konteks tersebut, kata Al-Hurriyyah seolah menjadi pengingat sederhana bahwa kemerdekaan bukanlah tujuan akhir. Kemerdekaan merupakan kesempatan untuk menentukan arah kehidupan dan membangun masa depan.

Kemerdekaan juga tidak berarti bebas melakukan apa saja. Kebebasan tanpa tanggung jawab justru dapat berubah menjadi persoalan baru. Karena itu, kemerdekaan harus berjalan bersama kesadaran, pengetahuan, dan tanggung jawab sosial.

HUT RI ke-81 akhirnya tidak hanya menjadi momentum untuk mengibarkan bendera dan mengikuti berbagai kegiatan perayaan. Bagi mahasiswa, momentum tersebut dapat menjadi kesempatan untuk bertanya kembali: apa yang sudah dilakukan untuk mengisi kemerdekaan?

Dari sebuah nama masjid di lingkungan kampus, Al-Hurriyyah mengingatkan bahwa kemerdekaan memiliki makna yang sederhana sekaligus mendalam: kebebasan.

Namun, kebebasan yang sejati bukan sekadar bebas dari penjajahan. Kebebasan juga berarti memiliki kesempatan untuk belajar, berpikir, berkarya, dan menentukan masa depan dengan tetap menjunjung tanggung jawab.

“Al-Hurriyyah itu kemerdekaan. Jadi, kalau kita berada di Masjid Al-Hurriyyah pada momentum HUT RI, rasanya seperti diingatkan bahwa kemerdekaan harus diisi dengan sesuatu yang bermanfaat,” kata Khairan.

Bagi generasi mahasiswa, mungkin itulah salah satu cara sederhana memaknai 81 tahun Indonesia merdeka: bukan hanya mengenang perjuangan masa lalu, tetapi menggunakan kebebasan hari ini untuk menyiapkan masa depan Indonesia. (Red)

Cek Berita dan Artikel Lainnya di Google News Beritabanten.com