Beritabanten.com – Psikolog klinis yang berpusat di Dubai, Swapna Mary John menilai kebiasaan tak sehat saat menyetir sebenarnya termasuk salah satu tanda gangguan psikologis.

Menyetir, dikatakan, membutuhkan kedewasaan, konsentras penuh, kemampuan menilai, mengambil keputusan hingga berfikir tenang;

Jika tidak mampu menyetir seperti di atas, tambah dia, pengemudi menjadi ceroboh sampai melanggar batas maksimum kecepatan.

Kelompok ini cenderung memiliki masalah Attention Deficit Disorder (ADD) atau Attention Deficit Hyperactive Disorder (ADHD).

Adapun kebiasaan menyetir dengan tanda mengidap gangguan jiwa bisa dirinci sebagai berikut;

Sering Melanggar

Pemakluman melanggar dalam menyetir bisa dihitung sampai dua kali, tapi jika sudah menjadi kebiasaan akan menyebabkan kerugian puluha juta rupiah. Sudah pasti model pengemudi tersebut mengidap ADHD.

Kebiasaan Impulsif

Pengemudi tak mampu menahan kebiasaan impulsif untuk menginjak pedal gas, mudah gusar, dan sulit menaati peraturan saat berkendara. Atau, bisa juga ia mengidap hipomania, yaitu kondisi suasana hati terlalu bergairah dan gembira sehingga aktivitas tubuh meningkat dan sulit dikendalikan.

Ugal-ugalan

Pengemudi seperti ini cenderung ceroboh dan tidak rasional. Mereka terbiasa dengan ketidakaturan. Di tempat kerja pun mereka kurang memiliki kemampuan perencanaan. Alhasil, pekerjaan tak rampung tepat waktu.

Berhias di Jalanan

Kebiasaan menghias diri di jalanan kala waktu tertentu seperti lampu merah dan atau macet adalah pesan bahwa si pengemudilebih mementingkan penampilan ketimbang keselamatan diri atau orang lain.
Hal buruk tersebut biasa terjadi di kaum hawa karena alasan waktu terlalu mepet sementara harus terlihat cantik ketika tiba di tempat kerja. Padahal ini sebenarnya tanda kurang percaya diri dan lebih mengutamakan kepentingan daripada keselamatan, tidak bertanggung jawab dan biasa hidup santai. Bahkan cendrung tak nyaman duduk diam dalam ruang tertutup.

Gusar Menyetir

Pengemudi model ini akan merasa kurang pasa jika jarak antara bemper mobil masih kurang renggang yang dinamakan sebagai gangguan impulsif dan hipomania. Mereka memiliki ego tinggi dan menikmati reaksi kesal para pengemudi yang dia jahili.

Ditegur Marah

Ketika pengemudi kedapatan melanggar ketentuan jalan raya tapi memaki orang yang menegur dirinya. Biasanya yang bersangkutan mempunyai energi berlebihan, super aktif, kurang fokus, dan memiliki kecerdasan emosional rendah. Tak hanya itu, mereka kerap kurang bertanggung jawab kepada diri sendiri maupun orang lain. Orang-orang seperti itu bisa jadi mengidap hipomania dan bertabiat narsis. Lebih jauh, mereka tipe-tipe orang yang cenderung mengulang kesalahan di masa lampau.

Dari sekian banyak tipe pengemudi di atas semuanya dikembalikan kepada Anda untuk menyikapinya. Karena berada di jalan raya itu kalau tidak menabarak kendaraan bisa jadi ditabrak oleh kendaraan lain.

Ini memang bisa memicu stres dan menimbulkan bermacam kebiasaan negatif yang pada gilirannya kita dituntut untuk mawas diri sehingga selamat sampai di tujuan. (Red)

Cek Berita dan Artikel Lainnya di Google News Beritabanten.com