Beritabanten.com – Di tengah zaman yang semakin mengagungkan kecerdasan, gelar akademik, dan kepiawaian berbicara, Nurcholish Madjid justru mengingatkan bahwa kecerdasan tanpa moral dapat berubah menjadi ancaman. Dalam bukunya Pintu-pintu Menuju Tuhan (1994), Cak Nur menulis, “Lebih baik seorang yang bodoh tapi jujur daripada seorang pandai tapi jahat.”
Ungkapan itu bukan ajakan untuk memuliakan kebodohan atau meremehkan ilmu pengetahuan. Sebaliknya, Cak Nur ingin menegaskan bahwa kejujuran merupakan fondasi utama yang menentukan apakah ilmu akan menjadi jalan kebaikan atau justru berubah menjadi alat untuk merugikan orang lain. Ilmu yang tinggi tanpa integritas hanya akan melahirkan kerusakan yang lebih besar.
Seseorang yang memiliki keterbatasan pengetahuan tetapi memegang teguh kejujuran masih layak dipercaya. Kesalahan yang dilakukannya lahir dari ketidaktahuan, bukan karena niat untuk menipu atau menyalahgunakan kepercayaan. Sebaliknya, orang yang cerdas tetapi kehilangan moral memiliki kemampuan lebih besar untuk memanipulasi fakta, membelokkan hukum, bahkan membenarkan kebohongan dengan argumentasi yang tampak meyakinkan.
Realitas kehidupan memperlihatkan bahwa banyak persoalan besar justru lahir dari tangan orang-orang berpendidikan. Korupsi yang terstruktur, manipulasi hukum, penyebaran disinformasi, hingga penyalahgunaan teknologi bukan dilakukan oleh mereka yang tidak berilmu, melainkan oleh orang-orang yang memiliki kecerdasan tetapi gagal menjaga integritas. Ketika akhlak ditinggalkan, kecerdasan berubah menjadi senjata yang dapat melukai banyak orang.
Karena itu, pendidikan tidak cukup hanya mengejar prestasi akademik. Yang jauh lebih penting adalah membentuk karakter, menanamkan kejujuran, amanah, dan tanggung jawab. Bangsa yang dipenuhi orang-orang pintar tetapi miskin integritas akan lebih mudah terjerumus ke dalam krisis kepercayaan dibanding bangsa yang menjadikan kejujuran sebagai nilai utama.
Pesan Cak Nur tetap relevan hingga hari ini. Masyarakat tidak hanya membutuhkan orang-orang yang cerdas, tetapi juga pribadi-pribadi yang jujur. Sebab kecerdasan tanpa integritas hanya akan melahirkan kejahatan yang semakin canggih, sedangkan kejujuran selalu menjadi fondasi bagi lahirnya kepercayaan, keadilan, dan peradaban yang bermartabat. (Red)
Cek Berita dan Artikel Lainnya di Google News Beritabanten.com


Tinggalkan Balasan