Beritabanten.com – Bagi sebagian pemancing, mendapatkan ikan mujair berukuran besar atau yang biasa disebut “babon” bukan sekadar mengandalkan keberuntungan. Ada teknik khusus yang diyakini lebih efektif, yakni “mancing lobang”, seperti yang dilakukan para pemancing di kawasan Setu Tujuh Muara, Pamulang, Kota Tangerang Selatan.

Salah seorang pemancing, Sulaiman, mengatakan teknik tersebut sudah lama dikenal di kalangan pemancing lokal. Caranya bukan melempar kail ke tengah danau, melainkan menyisir tepian setu untuk mencari titik-titik yang menjadi tempat berkumpulnya ikan mujair.

“Kalau ingin dapat mujair babon, biasanya cari dulu lobangnya. Induk mujair sering berkumpul di situ sambil menjaga anak-anaknya,” ujar Sulaiman saat ditemui di Setu Tujuh Muara, Minggu (19/7/2026).

Menurutnya, “lobang” yang dimaksud bukan lubang di dasar danau, melainkan area di tepian perairan yang menjadi tempat ikan membuat sarang atau berkumpul. Lokasi tersebut biasanya ditandai dengan air yang relatif tenang, adanya tanaman air, atau terlihat gerombolan anak ikan berenang di permukaan.

Setelah menemukan titik tersebut, pemancing harus bersabar dan menggunakan umpan berukuran kecil agar tidak membuat induk ikan curiga. Kail pun dilempar secara perlahan agar tidak mengganggu gerombolan ikan.

“Kalau terlalu keras melempar atau banyak gerakan, induknya langsung kabur. Jadi harus pelan dan sabar,” katanya.

Sulaiman mengaku sudah beberapa kali merasakan sensasi menarik mujair babon dari Setu Tujuh Muara. Menurutnya, ukuran ikan yang berhasil didapat bisa mencapai lebih dari setengah kilogram, dengan tarikan yang cukup kuat sehingga memberikan pengalaman tersendiri bagi para penghobi memancing.

Ia masih mengingat salah satu pengalaman ketika seekor mujair babon menyambar umpannya di pinggir setu. Saat itu, ia sempat mengira kailnya tersangkut ranting karena tarikan terasa berat dan bergerak perlahan. Setelah beberapa menit memainkan senar, barulah ikan besar itu muncul ke permukaan.

“Rasanya puas sekali. Mujair babon tarikannya kuat, apalagi kalau pakai joran ringan. Adrenalinnya berbeda dibanding dapat ikan ukuran biasa,” tuturnya sambil tersenyum.

Menurut Sulaiman, keberhasilan mendapatkan mujair babon bukan ditentukan oleh mahalnya peralatan, melainkan ketelitian membaca karakter perairan dan kesabaran menunggu momen yang tepat. Bahkan, tak jarang ia harus berpindah dari satu titik ke titik lain selama berjam-jam hingga menemukan “lobang” yang dihuni indukan mujair.

Selain menjadi lokasi favorit memancing, Setu Tujuh Muara juga dikenal sebagai ruang terbuka yang banyak dikunjungi warga untuk berolahraga dan menikmati suasana alam. Keberadaan berbagai jenis ikan air tawar, termasuk mujair, menjadi daya tarik tersendiri bagi para penghobi memancing di Tangerang Selatan. (Red)

Cek Berita dan Artikel Lainnya di Google News Beritabanten.com