Beritabanten.com – Istri Purbaya Yudhi Sadewa, Ida Yulidina, mengungkap kondisi suaminya sebelum dicopot dari jabatan Menteri Keuangan. Cerita tersebut disampaikan Ida melalui unggahan di akun Facebook pribadinya pada Senin, 14 September 2026, setelah Purbaya menerima kabar mengenai pencopotan dirinya. Dalam unggahannya, Ida menggambarkan bahwa suaminya sudah menunjukkan kegelisahan sejak sekitar dua bulan sebelumnya, terutama ketika menghadapi rencana mutasi sejumlah pejabat.

Menurut Ida, Purbaya sempat berada dalam posisi sulit ketika harus mengambil keputusan terkait mutasi tersebut. Ia menyebut suaminya terlihat seperti orang yang gelisah dan ragu. Ida pun mengaku kerap memberikan dukungan kepada Purbaya agar tetap menjalankan tugas berdasarkan hati nurani dan keyakinannya sendiri. Pernyataan tersebut memberikan gambaran bahwa persoalan yang dihadapi Purbaya bukan hanya berkaitan dengan pergantian jabatan, tetapi juga keputusan-keputusan yang harus diambil selama menjalankan tugas sebagai pejabat negara.

Ida juga menyinggung kondisi negara dalam unggahannya. Ia mempertanyakan apakah keadaan di Indonesia masih dapat diperbaiki, sembari menyebut bahwa menurut pandangannya terdapat lebih banyak orang yang tidak jujur dibandingkan mereka yang berpegang pada kejujuran. Pernyataan tersebut kemudian menarik perhatian publik karena disampaikan pada momentum setelah suaminya kehilangan posisi sebagai Menteri Keuangan. Unggahan itu pun mendapatkan beragam respons dari warganet.

Hal lain yang diceritakan Ida adalah momen setelah Purbaya menerima kabar mengenai pencopotan dirinya. Ida mengatakan Purbaya langsung meminta agar dijemput dari kantor. Detail tersebut menjadi bagian yang cukup mencolok dalam ceritanya karena menunjukkan suasana pribadi Purbaya sesaat setelah menerima keputusan tersebut. Meski demikian, unggahan Ida merupakan kesaksian dari pihak keluarga sehingga konteks dan makna emosional dari tindakan tersebut tetap perlu dipisahkan dari fakta resmi mengenai alasan pergantian jabatan.

Jika melihat rangkaian cerita tersebut, ada kemungkinan bahwa kegelisahan Purbaya selama beberapa bulan sebelumnya berkaitan dengan tekanan dalam mengambil keputusan-keputusan birokrasi, termasuk persoalan mutasi pejabat. Namun, hal itu belum dapat disimpulkan sebagai penyebab langsung pencopotannya. Bisa saja kegelisahan tersebut memang berkaitan dengan dinamika internal pemerintahan, tetapi bisa pula merupakan bagian dari tekanan pekerjaan yang dihadapi seorang pejabat tinggi negara. Tanpa penjelasan resmi mengenai hubungan antara persoalan tersebut dan keputusan pergantian menteri, kesimpulan lebih jauh masih bersifat spekulatif.

Unggahan Ida pada akhirnya membuka sisi lain dari pergantian Purbaya Yudhi Sadewa yang tidak terlihat dalam pengumuman resmi pemerintahan. Publik tidak hanya melihat pergantian jabatan dari sisi politik dan birokrasi, tetapi juga mendapatkan gambaran mengenai kondisi Purbaya dari perspektif istrinya. Karena itu, pernyataan Ida menjadi bahan perhatian warganet, sementara alasan dan proses resmi di balik pencopotan Purbaya tetap perlu dilihat berdasarkan keterangan pemerintah dan sumber-sumber yang dapat diverifikasi. (Red)

Cek Berita dan Artikel Lainnya di Google News Beritabanten.com