Beritabanten.com – Srikandi Japati Banten Kota Cilegon meminta Penjabat Sementara (Pjs) Walikota Cilegon, Nana Supiana, untuk menempati ruang kerja Walikota Cilegon. Hal ini disampaikan oleh Koordinator Aksi Srikandi Japati Banten Kota Cilegon, Tatu Nurjannah, saat mediasi bersama Kepala Bagian Umum Sekretariat Daerah Kota Cilegon dan Asisten Daerah (Asda) III Kota Cilegon pada Rabu (16/10/2024).

“Kami tetap berkomitmen agar Pjs Walikota berkantor di ruang Walikota, bukan di kantor Wakil Walikota. Walikota sedang cuti, jadi ruangan tersebut harus ditempati oleh Pjs,” ujar Tatu.

Tatu juga menjelaskan bahwa penting bagi Pjs Walikota untuk bekerja di ruangannya agar masyarakat mendapatkan transparansi terkait jalannya pemerintahan di Kota Cilegon. “Masyarakat tidak ingin lagi diberikan alasan yang berbelit-belit. Mereka ingin Pjs berada di ruangan yang sesuai agar semuanya jelas dan transparan. Jika masih di ruang Wakil, pasti akan menimbulkan pertanyaan,” tambahnya.

Tatu pun kembali menekankan agar Bagian Umum Setda Kota Cilegon segera menyampaikan kepada Pjs Walikota untuk berkantor di tempat yang semestinya.

“Tidak ada alasan apapun, ini harus dilakukan. Jika Pjs masih berkantor di ruang Wakil Walikota, kami akan datang lagi dengan jumlah massa yang lebih banyak dan akan melakukan hearing ke DPRD,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Bagian Umum Setda Kota Cilegon, Riezka Budi Mustika, menjelaskan bahwa seluruh fasilitas yang digunakan Helldy selama menjabat sebagai Walikota Cilegon telah dikembalikan dan ruangannya sudah dikosongkan. “Masalahnya sekarang adalah ruangan tersebut belum ditempati. Saya bersama Pak Asda III sudah sepakat untuk menyampaikan hal ini kepada Pak Pjs. Semoga Pak Asda dapat menindaklanjutinya,” katanya.

Sebelumnya, Budi menjelaskan bahwa ruang kerja Walikota belum dapat ditempati oleh Pjs Walikota Cilegon karena masih ada barang pribadi dan berkas milik Helldy yang belum sepenuhnya dibereskan, sehingga memerlukan waktu untuk pengosongan. “Sampai saat ini, barang pribadi dan berkas-berkas sudah secara bertahap dibereskan, kunci pun sudah diserahkan sejak awal. Mengenai kapan bisa digunakan, nanti Pak Asda akan melaporkan hasilnya,” tutupnya. (Nbl)

Cek Berita dan Artikel Lainnya di Google News Beritabanten.com