Beritabanten.com – Komunitas musisi lintas genre di Kota Cilegon kini memiliki wadah baru yang diberi nama Rumah Musisi (RUMUS).

Organisasi ini dideklarasikan melalui Kongres Perdana yang digelar secara mandiri tanpa melibatkan sponsor besar.

Para musisi dari berbagai aliran musik berkumpul dan sepakat untuk menjadikan RUMUS sebagai ruang kolaborasi, solidaritas, serta promosi ekosistem musik lokal.

Kongres dan pelantikan pengurus RUMUS dilaksanakan di pojok foodcourt Alun-alun Kota Cilegon pada Sabtu, 13 Juli 2025. Meski berlangsung sederhana, acara ini dipenuhi semangat kebersamaan yang luar biasa dari seluruh peserta yang hadir.

Musisi dari berbagai genre, mulai dari dangdut, pop, rock, metal, hingga musik jalanan, bersatu dalam semangat yang sama: menciptakan ruang kreatif yang inklusif.

Ketua Umum RUMUS, Iwan Permana, dalam sambutannya menegaskan bahwa lahirnya rumah bersama ini berawal dari keresahan para pelaku musik lokal yang merasa kurang mendapat ruang ekspresi dan akses dukungan.

“Tidak ada senioritas di sini. Yang ada adalah semangat berkembang bersama. Semua genre kita akui, semua talenta kita dukung,” ungkap Iwan, yang disambut tepuk tangan meriah dari para hadirin.

Mengusung tema Dari Kita, Oleh Kita, Untuk Kita, seluruh kebutuhan acara disiapkan secara swadaya oleh para pengurus dan komunitas. Tanpa dukungan sponsor besar, semangat gotong royong justru menjadi nilai utama yang diusung dalam setiap langkah RUMUS.

Hal ini menunjukkan bahwa RUMUS tidak hanya sekadar organisasi, tetapi juga sebuah gerakan yang muncul dan berkembang dari bawah, oleh komunitas untuk komunitas.

Pada kesempatan itu, Ketua Dewan Kebudayaan Kota Cilegon, yang turut hadir, memberikan apresiasi terhadap inisiatif organik yang digagas oleh komunitas musik lokal.

“RUMUS adalah napas baru bagi Cilegon. Ini bukan sekadar tempat kumpul, tetapi ekosistem kreatif yang tumbuh dari bawah,” kata Ketua Dewan Kebudayaan dengan penuh harapan.

Sebagai penutup, para musisi menyuguhkan panggung pop-up yang memperlihatkan kolaborasi unik antar-genre musik. Musik dangdut yang dipadukan dengan iringan gitar distorsi, atau pop yang berkolaborasi dengan alunan kendang tradisional, menjadi penanda semangat baru yang dibawa oleh RUMUS. Kolaborasi ini menjadi simbol dari kesatuan dan kreativitas tanpa batas.

Dengan deklarasi ini, gema musik lokal Cilegon kini resmi menggema kembali. RUMUS bukan hanya sekadar wadah bagi musisi, tetapi juga menjadi kekuatan budaya yang hidup, mandiri, dan saling menguatkan. RUMUS mengajak seluruh elemen masyarakat Cilegon untuk ikut serta dalam perjalanan musikal yang lebih inklusif dan penuh semangat kreativitas. (Nbl)

Cek Berita dan Artikel Lainnya di Google News Beritabanten.com