Beritabanten.com — Pembangunan desa menjadi salah satu fokus Pemerintah Provinsi Banten dalam mendorong pemerataan ekonomi hingga ke tingkat masyarakat bawah. Melalui Program Bangun Jalan Desa Sejahtera (Bang Andra), pemerintah daerah terus memperkuat konektivitas wilayah perdesaan agar aktivitas ekonomi semakin tumbuh.
Gubernur Banten Andra Soni mengungkapkan, sepanjang 2025 Program Bang Andra telah berhasil menangani 62 ruas jalan desa dan satu jembatan. Sementara pada 2026, program tersebut kembali dilanjutkan dengan alokasi penanganan 33 ruas jalan desa dengan total panjang mencapai 46,71 kilometer.
“Alhamdulillah, keberhasilan pembangunan jalan desa sejahtera berdampak terhadap peningkatan produktivitas sektor pertanian di Provinsi Banten,” ujar Andra Soni saat Pengukuhan Pengurus Forum BUMDes Merah Putih DPW Provinsi Banten di Pendopo Gubernur Banten, Kota Serang, Kamis (23/7/2026).
Menurut Andra Soni, pembangunan jalan desa bukan hanya soal memperbaiki akses transportasi, tetapi menjadi bagian dari upaya membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat.
Jalan yang lebih baik, kata dia, akan mempermudah mobilitas warga, memperlancar distribusi hasil pertanian, serta mendukung berkembangnya usaha masyarakat desa.
“Pemprov Banten berkomitmen mendukung penguatan pengembangan ekonomi di wilayah desa. Kemajuan desa akan menjadi fondasi utama kemajuan daerah,” katanya.
Andra Soni menegaskan, desa-desa di Banten harus mampu tumbuh menjadi pusat ekonomi baru yang produktif, mandiri, dan memiliki daya saing.
Karena itu, Forum BUMDes Merah Putih Provinsi Banten diharapkan dapat mengambil peran strategis dalam mengembangkan potensi desa, memperkuat kerja sama antar-BUMDes, serta menciptakan inovasi usaha berbasis kebutuhan masyarakat.
Berdasarkan Indeks Desa Membangun Provinsi Banten Tahun 2024, terdapat 99 desa mandiri, 378 desa maju, dan 701 desa berkembang.
Untuk mempercepat penguatan ekonomi desa, Pemprov Banten pada 2026 juga mengalokasikan bantuan keuangan desa sebesar Rp120 juta untuk 1.238 desa di seluruh Provinsi Banten.
Andra Soni mengatakan, pembangunan desa membutuhkan kolaborasi berbagai pihak, mulai dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, dunia usaha, perguruan tinggi, lembaga keuangan, hingga masyarakat.
“Kolaborasi harus terus diarahkan pada peningkatan produktivitas, pengembangan produk unggulan desa, pemberdayaan UMKM, penguatan Koperasi Desa Merah Putih, serta pembangunan infrastruktur yang mendukung kelancaran aktivitas ekonomi masyarakat,” ungkapnya.
Sementara itu, Ketua DPW Forum BUMDes Merah Putih Provinsi Banten Rafiudin mengatakan, pihaknya akan memperkuat konsolidasi kelembagaan BUMDes sekaligus mendorong pemasaran produk unggulan desa.
Forum tersebut juga siap berkolaborasi dalam mendukung berbagai program ekonomi, termasuk menjadi bagian dari rantai pasok program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Dengan penguatan infrastruktur dan ekonomi desa, Pemerintah Provinsi Banten berharap pembangunan tidak hanya terpusat di perkotaan, tetapi mampu menghadirkan pertumbuhan yang merata hingga pelosok desa. (Red)
Cek Berita dan Artikel Lainnya di Google News Beritabanten.com


Tinggalkan Balasan