Beritabanten.com – Dewan Nasional Indonesia untuk Kesejahteraan Sosial (DNIKS) memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-59 di Gedung Aneka Bhakti, Kementerian Sosial RI, Jumat (17/7/2026). Mengusung tema “Memajukan Kesejahteraan Umum”, peringatan tersebut menjadi momentum memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam upaya pengentasan kemiskinan di Indonesia.

Ketua Umum DNIKS A. Effendy Choirie atau Gus Choi mengatakan, penanganan kemiskinan tidak bisa hanya menjadi tanggung jawab pemerintah pusat. Menurutnya, pemerintah daerah, dunia usaha, organisasi sosial, hingga masyarakat perlu terlibat dalam satu gerakan bersama.

“Kemiskinan tidak boleh hanya menjadi urusan Kementerian Sosial. Ini adalah persoalan bangsa. Bila semua kekuatan bersatu, saya optimistis kita mampu mewujudkan cita-cita menuju Indonesia Sejahtera 2045,” ujarnya.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) per Maret 2025, jumlah penduduk miskin di Indonesia masih mencapai 23,85 juta jiwa atau sekitar 8,47 persen dari total populasi.

Untuk mendukung upaya tersebut, DNIKS merumuskan lima agenda strategis, yakni memastikan tidak ada warga yang kelaparan dan terlantar, meningkatkan akses pendidikan dan keterampilan bagi keluarga miskin, memperluas lapangan kerja dan usaha produktif, memperkuat perlindungan bagi penyandang disabilitas serta kelompok rentan, dan memperkuat kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, filantropi, organisasi sosial, serta organisasi keagamaan.

Agenda tersebut dinilai sejalan dengan berbagai upaya Pemerintah Provinsi Banten dalam mendorong pertumbuhan ekonomi melalui investasi di sektor manufaktur, properti, dan peternakan sapi perah untuk mendukung program nasional, termasuk Makan Bergizi Gratis.

Gubernur Banten Andra Soni sebelumnya juga menyatakan komitmennya memfasilitasi investor yang ingin menanamkan modal di Banten guna mendorong penciptaan lapangan kerja dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Puncak HUT ke-59 DNIKS menjadi penutup rangkaian kegiatan yang telah berlangsung sejak Mei hingga Juli 2026, di antaranya Pelatihan TIK dan Literasi Digital bagi kelompok rentan serta Sarasehan Nasional bertema “Nahdlatul Ulama dan Kesejahteraan Sosial”.

Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul yang hadir dalam acara tersebut mengapresiasi peran DNIKS sebagai mitra pemerintah dalam penyelenggaraan kesejahteraan sosial.

Ia juga menekankan pentingnya akreditasi Lembaga Kesejahteraan Sosial (LKS) agar pelayanan kepada masyarakat berjalan secara profesional.

“Ke depan kita ingin LKS itu betul-betul profesional. Tidak ada lagi LKS yang melakukan penyimpangan, terutama melakukan kekerasan seksual maupun kekerasan fisik kepada mereka yang dilayani,” kata Gus Ipul. (Red)

Cek Berita dan Artikel Lainnya di Google News Beritabanten.com