Beritabanten.comTarif impor yang belakangan ini jadi perseteruan Amerika Serikat dan China masih belum terlihat signifikan pada daya beli masyarakat.

Semisal gerai Alfamart sebagai layanan belanja menjamur di tanah air masih ramai pengunjung. Baik melayani kebutuhan para pengendara singgah maupun warga sekitar.

Media melihat gerai Alfmart di pinggir Jalan Dramaga Kabupaten Bogor yang besebrangan dengan sebuah SPBU masih ramai pengunjung pada hari ini Sabtu sore 12 April 2025.

“Lagi numpang neduh sekalian ngopi nyantai pak,” kata seorang pelanggan yang tidak mau disebutkan namanya.

Dia mengakui di tempat lain Alfamart masih ramai dengan pengunjung dan belum terlihat dampak dari keberadaan tarif impor.

Dia yang biasa menyimak dari media sosial tentang perang tarif impor AS dan China menyimpulkan akan ada pengaruh pada daya beli masyarakat.

“Barang di Alfamart saya perhatikan rentan juga karena dominan produk pabrikasi yang tergantung pada barang impor,” ucapnya.

Dia contohkan minuman kemasan yang banyak diminati para pengendara maupun anak sekolah dan atau kuliah di wilayah Dramaga.

“Produksinya memang di dalam negeri, tapi kan komponennya sangat tergantung pada impor,” ucapnya.

Namun dirinya berharap masyarakat bisa memahami agar mengambil langkah antisipasi jika nanti terjadi kenaikan harga yang signifikan.

“Kita sih yang di jalanan pasti kena dampaknya,” tambah dia yang kerja sebagai driver ojek on line Gojek. (Red)

Cek Berita dan Artikel Lainnya di Google News Beritabanten.com