Beritabanten.com – Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Provinsi Jawa Barat menegaskan bahwa penyelenggaraan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Tingkat Provinsi Jawa Barat Tahun 2026 tidak dibatalkan sebagaimana informasi yang sempat beredar. MTQ hanya mengalami penjadwalan ulang dan direncanakan digelar pada awal tahun 2027.
Penegasan tersebut disampaikan melalui Surat LPTQ Provinsi Jawa Barat Nomor: 01/LPTQ-JBR/VIII/2026 tertanggal 2 Agustus 2026. Surat itu sekaligus memberikan klarifikasi atas surat sebelumnya, Nomor: 07/LPTQ-JBR/VII/2026 tertanggal 24 Juli 2026, yang memunculkan persepsi di tengah masyarakat bahwa MTQ Provinsi Jawa Barat ditiadakan akibat kebijakan efisiensi anggaran.
Dalam surat klarifikasinya, LPTQ menjelaskan bahwa keputusan penjadwalan ulang diambil berdasarkan sejumlah pertimbangan teknis. Selain Kabupaten Garut selaku tuan rumah masih melakukan penyesuaian situasi dan kondisi, waktu pelaksanaan MTQ Provinsi juga dinilai terlalu berdekatan dengan agenda persiapan serta keikutsertaan Kafilah Jawa Barat pada MTQ Nasional ke-31 yang akan berlangsung di Provinsi Jawa Tengah.
LPTQ juga mengungkapkan bahwa pelaksanaan MTQ Tingkat Provinsi Jawa Barat yang dijadwalkan pada awal tahun 2027 direncanakan dibuka di Gedung Sate, Kota Bandung, dan ditutup di Masjid Raya Al-Jabbar. Rencana tersebut menjadi bagian dari penyesuaian agenda agar pelaksanaan MTQ tetap berjalan optimal tanpa mengganggu persiapan Jawa Barat menghadapi ajang nasional.
Klarifikasi ini sekaligus meluruskan informasi yang sebelumnya berkembang bahwa MTQ Provinsi Jawa Barat dibatalkan akibat efisiensi anggaran. Berdasarkan penjelasan resmi LPTQ, kegiatan tersebut tetap menjadi agenda Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan LPTQ, hanya waktu penyelenggaraannya yang mengalami perubahan.
Penjadwalan ulang sebuah agenda besar seperti MTQ bukanlah hal yang sepenuhnya baru dalam penyelenggaraan kegiatan berskala provinsi maupun nasional. Dalam perspektif manajemen penyelenggaraan acara (event management), perubahan jadwal dapat dilakukan ketika terdapat faktor-faktor yang berpotensi memengaruhi kualitas pelaksanaan, mulai dari kesiapan tuan rumah, sinkronisasi kalender kegiatan, hingga efektivitas penggunaan sumber daya. Tujuan utamanya adalah memastikan kegiatan tetap berlangsung secara optimal, bukan mengurangi nilai maupun substansi penyelenggaraannya.
Bagi para peserta, pembina, dan kafilah dari seluruh kabupaten dan kota di Jawa Barat, kepastian jadwal ini menjadi informasi penting karena berkaitan dengan persiapan pembinaan. Tambahan waktu menjelang pelaksanaan dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan kualitas pembinaan sehingga kafilah yang akan tampil pada MTQ Provinsi memiliki kesiapan yang lebih matang.
Dengan adanya penjelasan resmi tersebut, polemik mengenai dugaan pembatalan MTQ Provinsi Jawa Barat diharapkan tidak lagi menimbulkan kesalahpahaman. Yang berubah adalah waktu pelaksanaannya, bukan komitmen penyelenggara untuk tetap melaksanakan MTQ sebagai ajang pembinaan, syiar Islam, sekaligus pengembangan kecintaan masyarakat terhadap Al-Qur’an. (Red)
Cek Berita dan Artikel Lainnya di Google News Beritabanten.com


Tinggalkan Balasan