Beritabanten.com — Kasus kematian Winda Lorenza alias WL (30), mantan istri anggota Polri Brigadir IH, memasuki babak baru. Polrestabes Medan menaikkan status perkara dari penyelidikan menjadi penyidikan dengan dugaan tindak pidana pembunuhan. Keputusan tersebut menjadi perkembangan penting setelah sebelumnya kematian Winda diduga sebagai bunuh diri. Meski demikian, hingga Kamis (10/9/2026), polisi menegaskan belum menetapkan seorang pun sebagai tersangka.

Winda ditemukan meninggal dunia di kamar mandi rumah mantan suaminya di Kompleks Bumi Asri, Kecamatan Medan Helvetia, Kota Medan, pada Minggu (2/8/2026) sekitar pukul 15.00 WIB. Dugaan awal polisi menyebut Winda meninggal setelah terkena tembakan dari senjata api milik Brigadir IH. Namun, keluarga korban sejak awal mempertanyakan kesimpulan tersebut dan menyebut menemukan sejumlah luka pada tubuh Winda. Keluarga kemudian melaporkan dugaan pembunuhan ke Polda Sumatera Utara pada 6 Agustus dan menyerahkan sembilan dokumen foto sebagai bahan pendukung laporan.

Perbedaan pandangan semakin mencuat karena polisi sebelumnya menyatakan hasil autopsi tidak menunjukkan tanda-tanda kekerasan atau penganiayaan. Di sisi lain, keluarga tetap mempertanyakan kondisi jenazah dan sejumlah fakta di tempat kejadian perkara, termasuk posisi senjata api. Perkara kemudian terus berkembang, termasuk penempatan Brigadir IH di tempat khusus selama 20 hari terkait persoalan penggunaan dan pengamanan senjata api. Belakangan, muncul pula keterangan keluarga mengenai dugaan pengakuan Winda semasa hidup yang menyebut dirinya pernah “dijual” oleh mantan suaminya. Keterangan tersebut masih harus diuji melalui penyidikan dan tidak dapat diperlakukan sebagai fakta yang telah terbukti.

Kini, setelah Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) diterima Kejaksaan Negeri Medan, polisi secara resmi menyidik perkara tersebut dengan dugaan pembunuhan berdasarkan Pasal 458 atau Pasal 462 KUHP. Perubahan status ini menunjukkan bahwa penyidik menemukan dasar untuk mendalami kemungkinan adanya tindak pidana, tetapi belum berarti seseorang telah terbukti sebagai pembunuh Winda Lorenza. Tahap berikutnya menjadi penting untuk menjawab pertanyaan yang selama ini diperdebatkan: apakah kematian Winda benar merupakan bunuh diri, atau terdapat rangkaian peristiwa lain yang mengarah pada dugaan pembunuhan. Kuncinya kini berada pada pembuktian, pemeriksaan saksi, bukti forensik, serta rekonstruksi peristiwa secara menyeluruh. (Red)

Cek Berita dan Artikel Lainnya di Google News Beritabanten.com