Beritabanten.com — Suasana di kawasan Pondok Cabe, Tangerang Selatan, mendadak memanas. Apa yang awalnya diduga sebagai upaya penarikan sepeda motor berubah menjadi keributan yang melibatkan pengemudi ojek online (ojol), dua debt collector atau mata elang (matel), warga, hingga pengemudi ojol lainnya.
Insiden terjadi pada Sabtu (5/9/2026) sekitar pukul 10.00 WIB.
Saat itu, dua matel yang disebut bernama Yoxanthimatiushabile (29) dan Reformodus Ryaas Arberth Auw (22) tengah memantau kendaraan di sekitar lampu merah Pondok Cabe menggunakan sepeda motor Yamaha Gear bernomor polisi B 5591 TZ.
Di tengah pemantauan, perhatian keduanya tertuju pada sebuah sepeda motor Honda Beat Sporty CBS warna putih-hitam bernomor polisi R 3335 WJ yang dikendarai seorang pengemudi ojol.
Nomor polisi kendaraan tersebut kemudian dicek menggunakan aplikasi Hunter.
Hasil pemeriksaan disebut menunjukkan adanya keterlambatan pembayaran angsuran selama tiga bulan.
Kedua matel pun membuntuti pengemudi ojol tersebut.
Sekitar pukul 10.30 WIB, pengejaran berakhir di Jalan Raya South City. Di lokasi tersebut, keduanya meminta pengemudi ojol menghentikan kendaraannya.
Mereka mengaku sebagai petugas dari pihak leasing FIF dan menyampaikan bahwa sepeda motor tersebut memiliki tunggakan angsuran.
Namun, pengemudi ojol menolak begitu saja.
Ia bersikeras bahwa motor yang dikendarainya telah lunas dan tidak bersedia menyerahkan kendaraan tersebut.
Situasi yang semula hanya berupa perdebatan kemudian berubah menjadi adu mulut dan aksi saling menahan.
Salah satu matel disebut menahan pengemudi ojol yang tetap berusaha melanjutkan perjalanan.
Keributan pun pecah.
Suara pertengkaran menarik perhatian warga dan sejumlah pengemudi ojol yang berada di sekitar lokasi. Dalam waktu singkat, situasi menjadi semakin ramai dan tegang.
Kedua matel akhirnya memilih melarikan diri.
Mereka tancap gas menuju arah Cinere, sementara warga dan sejumlah pengemudi ojol disebut sempat melakukan pengejaran.
Rekaman keributan tersebut kemudian menyebar luas di media sosial dan memicu berbagai reaksi.
Salah satu narasi yang menyertai video bahkan menyebut kedua matel diduga mengancam menggunakan senjata api.
Namun, terkait informasi tersebut, masyarakat tetap perlu menunggu hasil pemeriksaan dan keterangan resmi dari kepolisian.
Kapolsek Pamulang AKP Galuh Febri Saputra membenarkan adanya insiden tersebut. Ia mengatakan, dua orang yang terlibat dalam penarikan kendaraan itu telah diamankan polisi.
Peristiwa ini pun kembali menjadi sorotan mengenai praktik penarikan kendaraan di jalan, terutama ketika upaya penagihan berujung pada konflik terbuka dan melibatkan masyarakat sekitar.
Dari sebuah pemeriksaan kendaraan, situasi berubah menjadi keributan. Dari keributan, massa ikut bergerak. Dan pada akhirnya, dua orang yang diduga hendak menarik motor tersebut justru harus kabur dikejar warga dan pengemudi ojol. (Red)
Cek Berita dan Artikel Lainnya di Google News Beritabanten.com


Tinggalkan Balasan