Beritabanten.com — Wali Kota Tangerang Selatan Benyamin Davnie meminta warga tetap tenang dan meningkatkan kewaspadaan menyusul potensi paparan abu vulkanik akibat aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau. Warga juga diminta menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah dan tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi.
Benyamin mengatakan masyarakat perlu mendapatkan informasi mengenai perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau dari sumber resmi pemerintah. Ia mengingatkan warga tidak mudah percaya terhadap informasi yang beredar tanpa kejelasan sumber.
“Saya memahami bahwa kabar mengenai aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau tentu menimbulkan sejumlah kekhawatiran bagi kita semua. Untuk itu, saya mengajak kepada seluruh masyarakat agar tetap tenang, tidak panik, namun tetap waspada. Kita ikuti perkembangan dan informasi hanya dari sumber resmi pemerintah,” ujar Benyamin dalam keterangan resminya, Senin (7/9/2026).
Selain meminta warga tidak panik, Benyamin mengimbau masyarakat melakukan langkah perlindungan sederhana untuk mengantisipasi dampak abu vulkanik. Warga diminta menggunakan masker, melindungi mata, dan memperbanyak minum air putih.
“Saya mengajak kepada masyarakat untuk menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah. Lindungi juga mata dari paparan abu vulkanik, kemudian juga banyak minum air putih,” jelasnya.
Menurut Benyamin, langkah tersebut penting untuk menjaga kesehatan masyarakat apabila terjadi paparan abu vulkanik.
“Mari kita tetap tenang, saling mengingatkan, dan bersama-sama menjaga keselamatan diri, keluarga, serta lingkungan,” kata Benyamin.
Imbauan Kesehatan Selama Penyebaran Abu Vulkanik
Kepala Dinas Kesehatan Kota Tangerang Selatan dr. Allin Hendakin Mahdaniar mengatakan masyarakat perlu meningkatkan perlindungan diri apabila terjadi penyebaran abu vulkanik.
Abu vulkanik dapat menimbulkan gangguan kesehatan apabila terhirup atau mengenai mata dan kulit. Karena itu, masyarakat dianjurkan menggunakan masker dengan kualitas yang baik, terutama ketika kondisi udara mulai berkabut, berdebu, atau terdapat abu di lingkungan sekitar.
“Masker N95 dianjurkan untuk membantu menyaring partikel kecil, termasuk abu vulkanik. Masker medis dapat digunakan sebagai perlindungan tambahan apabila masker N95 tidak tersedia,” ujar Allin.
Selain menggunakan masker, masyarakat diminta mengurangi aktivitas di luar ruangan, terutama ketika abu vulkanik sedang menyebar. Warga juga dianjurkan menggunakan kacamata pelindung untuk mencegah abu masuk ke mata.
Bagi warga yang tetap harus berkendara, Allin mengingatkan agar meningkatkan kehati-hatian. Abu vulkanik dapat mengurangi jarak pandang dan berpotensi mengganggu keselamatan di jalan.
“Kalau yang berkendara, harus hati-hati karena abu vulkanik ini dapat mengurangi jarak pandang saat berkendara,” kata Allin.
Jika sebaran abu vulkanik cukup tebal, masyarakat diimbau tetap berada di dalam ruangan. Apabila mata atau hidung terpapar abu, warga dapat membersihkannya menggunakan air bersih.
Allin juga mengingatkan warga agar menjaga kebersihan lingkungan selama terjadi penyebaran abu vulkanik. Abu yang menempel pada atap, halaman, dan saluran air perlu dibersihkan secara berkala.
“Jangan lupa juga untuk membersihkan abu yang menempel pada atap, halaman, dan saluran air secara berkala. Untuk kondisi sekarang, jangan membakar sampah atau bahan lain yang dapat memperburuk kualitas udara kita,” tegasnya.
Masyarakat juga dianjurkan memperbanyak konsumsi air putih untuk membantu menjaga kondisi tubuh. Informasi mengenai perkembangan abu vulkanik juga diminta hanya diperoleh dari sumber resmi pemerintah dan instansi terkait.
Gejala yang Harus Diwaspadai
Dinkes Tangsel mengingatkan masyarakat untuk memperhatikan kondisi kesehatan setelah terpapar abu vulkanik.
Sejumlah keluhan yang perlu diwaspadai antara lain batuk, sesak napas atau gangguan pernapasan, iritasi mata seperti mata merah, perih, dan berair, serta iritasi kulit berupa gatal atau kemerahan.
Masyarakat yang mengalami keluhan tersebut diminta segera mengurangi paparan abu dan memeriksakan diri ke UPTD Puskesmas, rumah sakit, atau fasilitas pelayanan kesehatan terdekat.
“Masyarakat diharapkan tetap tenang, waspada, serta menerapkan langkah-langkah perlindungan kesehatan sesuai kondisi lingkungan masing-masing. Lindungi diri dan keluarga dari paparan abu vulkanik. Gunakan masker dan ikuti informasi resmi dari pemerintah,” imbau Allin.
Imbauan tersebut menjadi bagian dari langkah antisipasi pemerintah daerah untuk menjaga kesehatan masyarakat di tengah potensi paparan abu vulkanik.
Warga diminta tidak panik, tetapi tetap waspada dan melakukan perlindungan diri. Di saat yang sama, masyarakat juga diharapkan tidak ikut menyebarkan informasi yang belum terverifikasi agar situasi tetap kondusif. (Red)
Cek Berita dan Artikel Lainnya di Google News Beritabanten.com


Tinggalkan Balasan