Beritabanten.com — Gerakan Bersih-Bersih Masjid dilaksanakan secara serentak di seluruh Indonesia sebagai bentuk kepedulian terhadap kebersihan, kenyamanan, dan kesucian rumah ibadah.
Kegiatan ini mengacu pada Surat Edaran Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Nomor 4 Tahun 2026 tentang Gerakan Bersih-Bersih Masjid.
Gerakan Bersih-Bersih Masjid ini mengajak masyarakat, pengurus masjid, penyuluh agama, serta berbagai elemen umat Islam untuk bersama-sama menjaga kebersihan lingkungan masjid.
Selain menciptakan suasana ibadah yang nyaman dan sehat, kegiatan tersebut juga menjadi momentum memperkuat nilai gotong royong, kepedulian sosial, dan kebersamaan antarwarga.
Kasi Bimas Islam Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Tangerang Selatan, Dr. H. Muhammad Edi Suharsongko, menyampaikan bahwa menjaga kebersihan masjid merupakan bagian dari tanggung jawab bersama seluruh umat.
“Masjid bukan hanya tempat pelaksanaan ibadah, tetapi juga pusat pembinaan dan kegiatan umat. Karena itu, menjaga kebersihan dan kenyamanan masjid menjadi hal yang sangat penting,” ujar dia melalui pesan elektronik, Jumat 7 Agustus 2026.
Menurutnya, Gerakan Bersih-Bersih Masjid tidak hanya dimaknai sebagai kegiatan kebersihan secara fisik, tetapi juga sebagai upaya membangun kesadaran masyarakat agar senantiasa peduli terhadap lingkungan rumah ibadah.
“Harapannya, kegiatan ini tidak berhenti pada pelaksanaan seremonial saja, tetapi menjadi kebiasaan positif yang terus dilakukan oleh masyarakat dalam merawat dan memakmurkan masjid,” tambahnya.

Pemberdayaan Masyarakat
Pelaksanaan Gerakan Bersih-Bersih Masjid merupakan tindak lanjut dari arahan Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama Republik Indonesia dalam memperkuat peran masjid sebagai pusat ibadah, pembinaan umat, dan pemberdayaan masyarakat.
Program ini dilaksanakan secara serentak dengan melibatkan jajaran Kementerian Agama, pengurus masjid, penyuluh agama, serta masyarakat.
Melalui kegiatan tersebut, Kementerian Agama mendorong agar masjid tidak hanya terjaga kebersihannya, tetapi juga mampu memberikan pelayanan terbaik kepada jamaah.
Kebersihan ruang utama salat, tempat wudu, halaman, serta fasilitas pendukung masjid menjadi perhatian penting dalam menciptakan lingkungan ibadah yang nyaman, sehat, dan representatif.
Gerakan Bersih-Bersih Masjid juga menjadi bagian dari upaya memperkuat budaya gotong royong di tengah masyarakat. Kolaborasi antara pemerintah, pengurus masjid, dan jamaah diharapkan dapat menumbuhkan kepedulian berkelanjutan terhadap kebersihan rumah ibadah di berbagai wilayah.
Dr. H. Muhammad Edi Suharsongko mengajak seluruh masyarakat untuk berperan aktif menjaga kebersihan masjid di lingkungan masing-masing.
Dengan kebersamaan dan kepedulian semua pihak, masjid dapat menjadi tempat ibadah yang bersih, nyaman, sehat, dan memberikan manfaat bagi umat.
“Melalui gerakan ini, mari bersama menjaga kebersihan rumah ibadah sebagai wujud kepedulian dan tanggung jawab bersama,” tutup Edi Suharsongko. (Red)
Cek Berita dan Artikel Lainnya di Google News Beritabanten.com


Tinggalkan Balasan