Beritabanten.com – Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) terus memperkuat pelayanan kesehatan bagi warga lanjut usia (lansia) melalui pengembangan 36 Pos Lansia yang tersebar di berbagai wilayah kota.
Program tersebut menjadi langkah strategis pemerintah daerah untuk menghadirkan pelayanan kesehatan yang semakin dekat dengan masyarakat.
Melalui program ini, Pemkot Tangsel ingin memastikan para lansia tetap sehat, aktif, mandiri, produktif, dan bahagia menjalani masa tuanya.
Komitmen tersebut sejalan dengan meningkatnya angka harapan hidup masyarakat yang berdampak pada bertambahnya jumlah penduduk lanjut usia setiap tahunnya.
Kondisi itu menjadi tantangan sekaligus tanggung jawab pemerintah daerah untuk menghadirkan pelayanan yang tidak hanya berorientasi pada pengobatan.
Pemerintah juga terus memperkuat upaya pencegahan penyakit, peningkatan kualitas hidup, serta pemberdayaan lansia agar tetap berperan aktif di lingkungan sosialnya.
Wali Kota Tangerang Selatan Benyamin Davnie mengatakan, keberadaan Pos Lansia merupakan salah satu bentuk perhatian pemerintah kepada masyarakat lanjut usia.
Menurutnya, para lansia merupakan bagian penting dari pembangunan daerah yang harus memperoleh pelayanan kesehatan secara berkelanjutan.
Dengan demikian, mereka tetap mampu menjalani kehidupan yang sehat, nyaman, mandiri, dan bermartabat.
Benyamin menegaskan, Pos Lansia tidak sekadar menjadi lokasi pemeriksaan kesehatan rutin.
Lebih dari itu, fasilitas tersebut dikembangkan sebagai ruang interaksi sosial, pusat edukasi kesehatan, tempat berolahraga, hingga wadah berbagai aktivitas positif.
Seluruh kegiatan tersebut diarahkan untuk menjaga kesehatan fisik maupun mental para lansia agar tetap produktif di usia senja.
“Lansia adalah bagian penting dari masyarakat yang harus terus kita perhatikan.”
“Melalui Pos Lansia, kami ingin menghadirkan pelayanan kesehatan yang lebih dekat sekaligus menciptakan ruang aktivitas agar para lansia tetap sehat, mandiri, produktif, dan bahagia,” ujar Benyamin, Kamis (6/8/2026).

Pemkot Tangsel Perkuat Layanan Kesehatan bagi Lansia
Peningkatan layanan bagi warga lanjut usia saat ini menjadi perhatian banyak daerah di Indonesia.
Seiring meningkatnya usia harapan hidup masyarakat, kebutuhan terhadap pelayanan kesehatan berbasis komunitas juga semakin besar.
Karena itu, penguatan Pos Lansia dinilai menjadi salah satu solusi untuk memastikan para lansia tetap mendapatkan pendampingan kesehatan secara berkesinambungan.
Dengan adanya Pos Lansia, masyarakat tidak harus selalu datang ke fasilitas kesehatan yang lebih besar untuk memperoleh pelayanan dasar.
Selain mendekatkan pelayanan kepada masyarakat, Pos Lansia juga berperan sebagai sarana deteksi dini berbagai penyakit yang umum dialami warga lanjut usia.
Pemeriksaan kesehatan secara berkala memungkinkan tenaga kesehatan mengetahui lebih cepat kondisi para lansia.
Dengan demikian, penanganan dapat dilakukan sedini mungkin sehingga risiko komplikasi penyakit dapat ditekan.

Pos Lansia Jadi Garda Terdepan Pelayanan Masyarakat
Saat ini Pemerintah Kota Tangerang Selatan telah memiliki 36 Pos Lansia yang tersebar di berbagai kelurahan.
Pos-pos tersebut berada di Pondok Jagung, Serpong, Rawa Mekar Jaya, Pisangan, Pamulang, Setu, Rawa Buntu, Sawah Baru, Pondok Ranji, Pondok Cabe Ilir, Ciater, Pamulang Timur, Jombang, Serpong Utara, Pondok Betung, Paku Alam, Ciputat Timur, Cireundeu, Keranggan, Rengas, Pondok Benda, Bakti Jaya, Kedaung, Jurang Mangu, Pondok Aren, Bambu Apus, Lengkong Wetan, Pondok Kacang Timur, Pondok Pucung, Benda Baru, Kampung Sawah, Lengkong Karya, Ciputat, Situ Gintung, Pondok Karya, dan Parigi.
Seluruh Pos Lansia tersebut menjadi garda terdepan pelayanan kesehatan bagi masyarakat lanjut usia di tingkat kelurahan.
Melalui Pos Lansia, masyarakat memperoleh berbagai pelayanan mulai dari pemeriksaan tekanan darah, pengecekan gula darah, pemantauan kondisi kesehatan, konsultasi tenaga kesehatan, edukasi pola hidup sehat, hingga senam lansia.
Berbagai kegiatan sosial juga terus dikembangkan agar para lansia tetap memiliki ruang berinteraksi dengan sesama warga.
Kehadiran layanan tersebut diharapkan mampu meningkatkan kualitas hidup masyarakat lanjut usia secara menyeluruh.
Keberadaan Pos Lansia tidak hanya berdampak pada peningkatan kesehatan fisik.
Program tersebut juga memberikan manfaat terhadap kesehatan mental para lansia.
Aktivitas bersama yang dilakukan secara rutin mampu mengurangi rasa kesepian, meningkatkan semangat hidup, sekaligus memperkuat hubungan sosial di lingkungan tempat tinggal.
Hal tersebut menjadi bagian penting dalam menciptakan lansia yang sehat, bahagia, dan tetap percaya diri menjalani kehidupan sehari-hari.
Bagi pemerintah daerah, Pos Lansia juga menjadi instrumen penting dalam membangun budaya hidup sehat di tengah masyarakat.
Edukasi mengenai pola makan seimbang, aktivitas fisik, hingga pengendalian penyakit tidak menular terus diberikan kepada masyarakat.
Langkah tersebut diharapkan mampu meningkatkan kesadaran warga untuk menjaga kesehatan sejak usia produktif sebelum memasuki masa lanjut usia.
Benyamin menjelaskan, pelayanan kepada lansia harus dilakukan secara menyeluruh dan berkesinambungan.
Pemerintah tidak ingin pelayanan kesehatan hanya diberikan ketika seseorang sakit.
Pemerintah juga terus mendorong berbagai upaya promotif dan preventif agar masyarakat tetap sehat.
Dengan pendekatan tersebut, para lansia diharapkan dapat menikmati masa tua dengan kondisi tubuh yang lebih sehat dan kualitas hidup yang semakin baik.
“Kami ingin para lansia tetap memiliki ruang untuk beraktivitas, menjaga kesehatan, dan bersosialisasi.”
“Karena kesehatan lansia bukan hanya soal pengobatan, tetapi juga bagaimana mereka tetap merasa diperhatikan, berdaya, dan memiliki kualitas hidup yang baik,” katanya.
Untuk mendukung pelayanan tersebut, Pemkot Tangsel juga terus meningkatkan kapasitas kader kesehatan dan tenaga kesehatan yang mendampingi Pos Lansia.
Penguatan kompetensi sumber daya manusia dinilai menjadi faktor penting agar pelayanan yang diberikan semakin profesional, cepat, dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat lanjut usia.
Pemerintah juga terus melakukan evaluasi agar kualitas layanan semakin meningkat dari waktu ke waktu.
Kolaborasi dengan berbagai pihak juga terus diperluas, mulai dari puskesmas, pemerintah kelurahan, organisasi kemasyarakatan, hingga berbagai komunitas yang memiliki perhatian terhadap kesehatan lansia.
Program Pemberdayaan Pos Lansia
Sinergi tersebut diharapkan mampu memperkuat program pemberdayaan sehingga manfaat Pos Lansia dapat dirasakan semakin luas oleh masyarakat.
Dukungan seluruh elemen menjadi kunci keberhasilan pembangunan yang ramah terhadap lansia.
Di sisi lain, keberadaan Pos Lansia juga menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kota Tangerang Selatan dalam mewujudkan kota yang ramah bagi seluruh kelompok usia.
Pembangunan tidak hanya difokuskan pada infrastruktur fisik.
Pembangunan juga diarahkan untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.
Lansia menjadi salah satu kelompok yang terus mendapatkan perhatian dalam berbagai program pembangunan daerah.
Pemkot Tangsel berharap keberadaan 36 Pos Lansia mampu meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kesehatan sejak dini.
Dengan pelayanan yang semakin mudah diakses, pemerintah optimistis para lansia dapat menikmati masa tua secara lebih sehat, aktif, mandiri, produktif, sekaligus tetap memiliki peran penting dalam kehidupan bermasyarakat.
“Pembangunan yang baik adalah pembangunan yang dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat, termasuk para lansia.”
“Karena itu kami akan terus memperkuat pelayanan agar para orang tua di Kota Tangerang Selatan dapat menikmati masa tua yang sehat, nyaman, aktif, dan sejahtera,” tutup Benyamin. (Adv)
Cek Berita dan Artikel Lainnya di Google News Beritabanten.com


Tinggalkan Balasan