Beritabanten.com – Sayur Besan, sebuah nama makanan bersantan dengan ragam sayuran. Air berwarna merah dengan campuran cabe merah.

Konon penamaan sayur besan punya maksud tersendiri bagi masyarakat betawi dan atau Tangerang Raya. Sebagai makanan yang dihidangkan ketika calon pengantin pria mendatangi kediaman mempelai wanita pada acara perkawinan atau yang disebut ngabesan.

Selanjutkan kerap disajikan acara besar lainnya sebagai penyambung ingatan akan makna sakral sayur besan. Terutama tasyakaran, terutama saat mungguhan yakni acara makan bersama menyambut kedatangan bulan suci Ramadhan.

Namun, sayur besan kini jarang dihidangkan karena ketersediaan bahan baku sekaligus perkembangan selera masyarakat. Juru masak yang biasa pandai juga kini makin menyusut seiring perkembangan zaman.

Dulu, berawal dari perkebunan tebu di daerah Tangerang Raya pada abad ke-17. Ketersediaan bahan melimpah iru menjadikan bahan baku mudah didapatkan, terutana terubuk atau trubuk yang dihasilkan dari perkebunan tebu.

Masyarakat Tangerang Raya biasanya menyebut dengan bunga tebu. Sayuran ini merupakan sayuran musiman yang berasal dari pohon tebu yang pendek dan berdiameter 15 hingga 20 milimeter. Biasanya musim panen pada saat hari raya Idul Adha.

Selain bahan trubuk atau bunga tebu, juga ada bahan soun, pete, kentang, kembang kol, cabai merah dan untuk bumbunya ada santan kelapa, lengkuas, daun salam, serta bawang merah, bawag putih dan air.

Semua bumbu dihaluskan dan bahan dasar dipotong sesuai selera. Jangan lupa tambahkan garam atau penyedap rasa. Setelah itu sajikan saat hangat.

Makanan khas ini sangat menggunggah selera. Apalagi jika disantap bersama dengan keluarga saat momen bahagia.

Meski kini sudah sangat langka, namun kalian bisa mencoba memasaknya dirumah dan mengganti bunga tebu dengan irisan tempe. (Red)

Cek Berita dan Artikel Lainnya di Google News Beritabanten.com