Beritabanten.com — Perebutan kursi Ketua DPRD Kota Tangerang memasuki babak baru setelah DPD Partai Golkar Provinsi Banten mengajukan enam nama kader kepada DPP Partai Golkar untuk mengisi jabatan yang kosong sejak wafatnya Rusdi Alam pada 19 Juli 2026.
Enam nama yang masuk dalam bursa tersebut yakni Kosasih, Saiful Milah, Supiani, Zamaludin, Mustofa Kamaludin, dan Samsuni. Seluruh nama itu merupakan hasil pleno DPD Partai Golkar Kota Tangerang yang digelar pada pekan lalu.
Ketua DPD Partai Golkar Provinsi Banten Andika Hazrumy mengatakan, enam nama tersebut telah melalui mekanisme internal partai sebelum kemudian diteruskan kepada DPP untuk diputuskan.
“Sudah diplenokan minggu kemarin oleh DPD Partai Golkar Kota Tangerang dan sudah ada enam nama. Nama-nama tersebut yang diusulkan ini segera kita kirim ke DPP,” ujar Andika Hazrumy, dilihat pada Kamis (27/8/2026).
Dengan masuknya enam nama tersebut ke tingkat DPP, proses penentuan Ketua DPRD Kota Tangerang kini memasuki tahapan berikutnya. DPP Partai Golkar akan menentukan satu nama yang nantinya dipercaya mengisi posisi pimpinan DPRD tersebut.
Andika meminta seluruh kader yang masuk dalam daftar usulan tetap menjaga soliditas dan tidak terpecah selama proses penentuan berlangsung. Menurutnya, siapapun yang nantinya dipilih DPP harus mendapat dukungan seluruh kader partai.
“Kami berpesan kepada enam kader Golkar ini untuk tetap solidkan Golkar Kota Tangerang. Siapa yang diputuskan, kita dukung,” katanya.
Kekosongan kursi Ketua DPRD Kota Tangerang terjadi setelah Rusdi Alam meninggal dunia pada 19 Juli 2026. Posisi tersebut dinilai strategis karena berkaitan langsung dengan jalannya fungsi legislatif serta hubungan DPRD dengan pemerintah daerah.
Karena itu, Andika berharap proses penetapan pengganti dapat berjalan dengan baik dan tidak mengganggu agenda pembangunan di Kota Tangerang.
“Kita dukung guna mempercepat pembangunan di Kota Tangerang karena posisi Ketua DPRD ini cukup strategis,” ujarnya.
Masuknya enam nama sekaligus memperlihatkan bahwa Golkar memilih menempuh proses seleksi internal sebelum keputusan akhir diambil di tingkat pusat. Tahapan tersebut juga menjadi bagian dari konsolidasi partai untuk memastikan pergantian pimpinan DPRD tetap berjalan dalam koridor mekanisme organisasi.
Bagi keenam kader yang masuk dalam bursa, keputusan DPP akan menjadi penentu siapa yang memperoleh kepercayaan untuk memimpin DPRD Kota Tangerang. Sementara bagi Golkar, keputusan tersebut akan menjadi momentum untuk menjaga soliditas internal sekaligus memastikan fungsi DPRD tetap berjalan efektif.
Kursi Ketua DPRD Kota Tangerang kini menjadi perhatian karena bukan hanya menyangkut pergantian figur setelah wafatnya Rusdi Alam, tetapi juga berkaitan dengan arah kepemimpinan lembaga legislatif dalam menjalankan fungsi legislasi, penganggaran dan pengawasan terhadap pemerintahan daerah.
Dengan enam nama telah diajukan, perhatian kini tertuju kepada DPP Partai Golkar. Siapa pun yang akhirnya ditetapkan akan menghadapi tugas penting untuk melanjutkan kepemimpinan DPRD sekaligus menjaga komunikasi politik antara legislatif, pemerintah daerah, partai politik dan masyarakat Kota Tangerang. (Red)
Cek Berita dan Artikel Lainnya di Google News Beritabanten.com


Tinggalkan Balasan