Beritabanten.com – Sorotan utama babak 16 besar Piala Dunia 2026 mengarah kepada duel Erling Haaland melawan Gabriel Magalhães.

Keduanya telah beberapa kali berhadapan di Liga Inggris sehingga bentrokan di level tim nasional menjadi salah satu sajian yang paling dinantikan.

Pada babak pertama, Gabriel tampil cukup disiplin dalam mengawal Haaland. Penyerang Norwegia itu hanya sekali menyentuh bola di dalam kotak penalti dan sepakannya masih mudah diamankan Alisson Becker. Duel fisik pertama keduanya baru benar-benar terjadi setelah pertandingan melewati setengah jam, saat Gabriel sempat terjatuh usai berbenturan dengan Haaland.

Selepas turun minum, situasi berubah. Norwegia meningkatkan intensitas serangan dan Haaland mulai menemukan ruang. Pada menit ke-67, ia lolos dari kawalan dan nyaris menyambar umpan silang di tiang jauh. Ancaman itu menjadi sinyal bahwa pertahanan Brasil mulai kehilangan kendali.

Momen penentu hadir pada menit ke-79. Haaland memenangi duel udara melawan Gabriel untuk membuka keunggulan Norwegia. Tak lama berselang, bomber berusia 25 tahun itu kembali menunjukkan kualitasnya lewat aksi individu yang berujung gol kedua. Norwegia pun menang 2-1 dan melangkah ke perempat final. Tambahan dua gol tersebut membuat Haaland telah mengoleksi tujuh gol hanya dalam empat pertandingan di turnamen ini.

Kekalahan Brasil tak hanya dipengaruhi ketajaman Haaland, tetapi juga kegagalan memaksimalkan peluang. Penalti Bruno Guimaraes yang berhasil digagalkan kiper Norwegia menjadi titik balik pertandingan. Setelah itu, Selecao kehilangan ritme permainan, sementara Norwegia tampil semakin percaya diri hingga mampu mengendalikan jalannya laga.

Hasil ini memunculkan sorotan terhadap pelatih Carlo Ancelotti. Sejumlah keputusan taktisnya dipertanyakan, terutama responsnya ketika Norwegia mulai mendominasi permainan pada babak kedua. Meski demikian, tantangan terbesar Ancelotti bukan sekadar menjawab kritik, melainkan membangun kembali identitas permainan Brasil melalui regenerasi skuad, keseimbangan antarlini, dan pemanfaatan talenta muda.

Di sisi lain, kemenangan ini semakin menegaskan status Haaland sebagai salah satu penyerang paling mematikan di dunia. Ia tidak hanya tajam di depan gawang, tetapi juga mampu memenangkan duel-duel penting melawan bek kelas dunia. Penampilannya menjadi fondasi keberhasilan Norwegia melangkah ke delapan besar sekaligus mempertegas ambisi mereka menjadi salah satu penantang serius gelar juara dunia. (Red)

Cek Berita dan Artikel Lainnya di Google News Beritabanten.com