Beritabantem.com – Provinsi Banten menjadi salah satu dari lima daerah di Indonesia yang dipercaya menjadi tuan rumah kegiatan bridging menuju International Conference Imam Besar Sedunia 2026 yang akan digelar di Masjid Istiqlal, Jakarta, pada September mendatang.

Ketua Ittihad Persaudaraan Imam Masjid (IPIM) Banten, Prof. Ahmad Tholabi Kharlie, mengatakan rangkaian kegiatan di Banten diawali dengan istigasah, tabligh akbar, serta pelantikan pengurus wilayah dan pengurus daerah IPIM kabupaten/kota se-Provinsi Banten.

Menurutnya, pelantikan tersebut menjadi momen istimewa karena dilakukan langsung oleh Menteri Agama selaku Ketua Umum PP IPIM.

“Pelantikan dilakukan langsung oleh Bapak Menteri Agama selaku Ketua Umum IPIM. Saya kira sangat jarang pelantikan secara kolosal seperti ini,” ujar Ahmad Tholabi, dilihat Sabtu 4 Juli 2026.

Usai pelantikan, kegiatan dilanjutkan dengan Seminar Nasional bertema Peran Strategis Imam dalam Diplomasi Agama (Soft Diplomacy) untuk Mewujudkan Perdamaian Dunia.

Berbeda dengan daerah penyelenggara lainnya, Banten menghadirkan inovasi berupa Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) antarimam masjid tingkat Provinsi Banten. Kegiatan tersebut menjadi yang pertama digelar dalam skala provinsi.

“Banten punya kelebihan, ada MTQ antarimam se-Banten. Ini mungkin baru kali ini ada MTQ antarimam se-provinsi. Di tempat lain belum ada. Ini menjadi salah satu pembeda dari penyelenggaraan bridging di beberapa tempat di Indonesia,” katanya.

MTQ antarimam itu mempertandingkan enam cabang, yakni tilawah Al-Qur’an, tahfidz 30 juz, tahfidz 15 juz, tahfidz 5 juz, lomba azan, dan lomba khotbah.

Seluruh peserta telah melalui seleksi secara daring sebelum mengikuti babak penyisihan hingga final yang dipusatkan di kawasan masjid penyelenggara.

Selain menjadi ajang sosialisasi International Conference Imam Besar Sedunia 2026 yang akan dihadiri perwakilan dari 50 negara, termasuk Imam Besar Masjidil Haram, Syekh Abdul Rahman As-Sudais, dan Syekh Akbar Al-Azhar Kairo, kegiatan ini juga menegaskan komitmen IPIM dalam memperkuat peran imam sebagai agen edukasi keagamaan di tengah masyarakat.

“Organisasi ini berkomitmen melahirkan imam-imam yang memiliki pemahaman keagamaan yang moderat guna menangkal penyebaran paham radikal,” tegasnya.

Ke depan, IPIM Banten juga akan mendorong penerapan sertifikasi kompetensi bagi imam masjid untuk meningkatkan kualitas pelayanan keagamaan, khususnya di masjid dan musala skala kecil.

Saat ini, di Provinsi Banten tercatat sekitar 21 ribu masjid dan musala. Melalui pendataan yang menyeluruh serta peningkatan standar bacaan dan kompetensi imam, IPIM berharap peran imam dalam pembinaan dan pendidikan keagamaan masyarakat semakin optimal. (Red)

Cek Berita dan Artikel Lainnya di Google News Beritabanten.com