Beritabanten.com — Pagi itu, bukan sekadar rombongan yang bersiap menuju Kota Serang. Ada doa yang mengiringi setiap langkah, harapan yang dititipkan masyarakat, serta tekad untuk kembali mengharumkan nama Kota Tangerang Selatan di panggung Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-23 Tingkat Provinsi Banten.
Sebanyak 140 orang yang terdiri atas peserta, pembina, official, dan pendamping menjadi bagian dari perjalanan tersebut. Mereka akan mengikuti seluruh rangkaian MTQ yang berlangsung pada 6–10 Juli 2026 di Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten (KP3B), Serang.
Bagi Ketua Harian Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Kota Tangerang Selatan, KH Muhammad Sobron Zayyan, perjalanan itu bukan semata mengejar gelar. Namun, di balik setiap cabang lomba, tersimpan ikhtiar untuk menghadirkan generasi Qurani yang mampu mengamalkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan.
Meski demikian, target tetap dipasang. Tangsel berharap mampu merebut kembali gelar juara umum yang pernah menjadi kebanggaan daerah.
“Kehadiran serta dukungan pimpinan daerah menjadi charger bagi kami. Insya Allah para peserta, pembina, dan official semakin bersemangat untuk memberikan hasil terbaik bagi Tangsel,” ujar Sobron saat pelepasan kafilah.
Menurut Pimpinan Pesantren Al-Quraniyyah iru, dukungan dari Wali Kota Tangerang Selatan Benyamin Davnie, Wakil Wali Kota Pilar Saga Ichsan, serta Sekretaris Daerah Bambang Noertjahjo yang juga menjabat Ketua Umum LPTQ Tangsel menjadi suntikan semangat bagi seluruh kontingen.
Namun, KH Sobron mengingatkan bahwa keberhasilan MTQ tidak hanya diukur dari jumlah piala yang dibawa pulang. Ada nilai yang jauh lebih penting untuk dijaga, yakni akhlakul karimah selama mengikuti perlombaan.
Karena itu, sebelum keberangkatan, ia berpesan agar seluruh peserta meluruskan niat, menjaga kesehatan, memperkuat kebersamaan, dan senantiasa menghadirkan adab yang baik dalam setiap kesempatan.
Bagi para peserta, MTQ bukan sekadar arena kompetisi. Ia menjadi ruang untuk menunjukkan bahwa kecintaan kepada Al-Qur’an tercermin bukan hanya melalui indahnya lantunan ayat, tetapi juga melalui sikap, kerendahan hati, serta penghormatan kepada sesama.
Setibanya di Serang, para peserta akan menjalani proses daftar ulang, orientasi bersama dewan hakim, kemudian mengikuti pembukaan MTQ. Babak penyisihan dijadwalkan berlangsung pada 7 Juli, dilanjutkan final pada 8 Juli, rapat pleno dewan hakim pada 9 Juli, dan penutupan sehari kemudian.
Di balik jadwal yang padat itu, ada harapan yang terus dipanjatkan. Doa masyarakat Tangerang Selatan diharapkan menjadi penguat langkah para duta Al-Qur’an tersebut.
Sebab, bagi kafilah Tangsel, kemenangan sejati bukan hanya berdiri di podium juara. Lebih dari itu, kemenangan adalah ketika nilai-nilai Al-Qur’an tetap hidup dalam diri setiap peserta, baik di arena musabaqah maupun setelah mereka kembali ke tengah masyarakat. (Red)
L
Cek Berita dan Artikel Lainnya di Google News Beritabanten.com


Tinggalkan Balasan