Beritabanten.com – Tidak banyak tokoh yang menapaki perjalanan pengabdian secara konsisten dari ruang kaderisasi pelajar, organisasi keagamaan, lembaga negara, hingga kini dipercaya mengelola salah satu instrumen ekonomi umat terbesar di Indonesia.

Jejak itulah yang tergambar dalam perjalanan KH. Idy Muzayyad, S.H.I., M.Si., seorang kader Nahdlatul Ulama yang mengabdikan diri melalui dakwah, pendidikan, tata kelola kelembagaan, dan pelayanan publik.

Bagi warga Nahdlatul Ulama (NU), nama Idy Muzayyad bukan sosok asing. Kiprah organisasinya berakar dari Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU), tempat ia ditempa sebagai kader sejak usia muda. Dari organisasi pelajar inilah kepemimpinannya bertumbuh hingga dipercaya memimpin jutaan kader IPNU di seluruh Indonesia.

Pada periode 2006–2009, Idy menjabat sebagai Ketua Umum Pimpinan Pusat IPNU. Masa kepemimpinannya hadir di tengah perubahan besar yang ditandai derasnya arus globalisasi, perkembangan teknologi informasi, dan dinamika pendidikan generasi muda. Dalam situasi tersebut, ia mendorong penguatan kaderisasi, pendidikan kepemimpinan, serta peneguhan nilai-nilai Islam Ahlussunnah wal Jamaah yang moderat sebagai fondasi organisasi.

Usai menuntaskan amanah di IPNU, kiprahnya berlanjut di lingkungan Nahdlatul Ulama melalui Pengurus Pusat Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (PP ISNU) sebagai sekretaris. Di organisasi yang menghimpun kalangan akademisi dan profesional NU itu, ia aktif mengembangkan kapasitas intelektual warga NU agar mampu berkontribusi dalam pembangunan nasional melalui pendekatan keilmuan, riset, dan penguatan sumber daya manusia.

Mengawal Etika Penyiaran Nasional

Pengalaman organisasi tersebut kemudian membawanya ke ruang pengabdian yang lebih luas. Pada 2013, Idy dipercaya menjadi Komisioner Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Pusat untuk masa jabatan 2013–2016.

Di lembaga independen itu, ia ikut mengawal penyelenggaraan penyiaran nasional agar tetap berpijak pada etika, kepentingan publik, dan fungsi edukasi. Masa tugasnya bertepatan dengan fase penting transformasi industri penyiaran menuju era digital, ketika tuntutan terhadap kualitas konten dan perlindungan masyarakat semakin menguat.

Pengalaman sebagai regulator penyiaran memperkaya perspektifnya mengenai pentingnya tata kelola lembaga publik yang profesional, transparan, dan akuntabel, nilai-nilai yang kemudian mewarnai kiprah pengabdiannya di berbagai institusi.

Pengalaman Politik sebagai Bagian dari Pengabdian

Selain aktif di organisasi kemasyarakatan, Idy Muzayyad juga pernah mengemban amanah sebagai Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Persatuan Pembangunan (PPP). Pengalaman tersebut memperluas pemahamannya terhadap dinamika kebijakan publik dan tata kelola pemerintahan.

Meski demikian, perjalanan kariernya lebih banyak dikenal melalui kontribusinya di bidang keagamaan, pendidikan, pemberdayaan masyarakat, serta penguatan kelembagaan umat.

Menjadikan Zakat sebagai Instrumen Pemberdayaan

Babak pengabdian berikutnya mengantarkan Idy ke Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI. Sebagai Komisioner sekaligus Pimpinan Bidang Pendistribusian, Pendayagunaan, dan Pemberdayaan, ia memegang tanggung jawab strategis dalam memastikan dana zakat yang dihimpun dari masyarakat dapat dikelola secara efektif, tepat sasaran, dan memberikan dampak yang berkelanjutan.

Di bawah kepemimpinannya, pengelolaan zakat tidak hanya diarahkan pada bantuan konsumtif, tetapi juga diperkuat melalui berbagai program pemberdayaan ekonomi, pendidikan, kesehatan, kemanusiaan, serta pengembangan usaha produktif bagi masyarakat.

Baginya, zakat merupakan instrumen pembangunan sosial yang memiliki daya ungkit besar dalam mengurangi kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan umat. Karena itu, berbagai program berbasis komunitas terus didorong agar para penerima manfaat tidak berhenti sebagai mustahik, melainkan tumbuh menjadi masyarakat yang mandiri dan produktif.

Dipercaya Mengelola Keuangan MUI

Kepercayaan terhadap kapasitas organisasi dan integritasnya kembali terlihat ketika ia ditetapkan sebagai Bendahara Majelis Ulama Indonesia (MUI) untuk masa khidmat 2025–2030.

Posisi tersebut menempatkan Idy sebagai bagian dari jajaran pimpinan harian MUI yang bertanggung jawab mendukung tata kelola organisasi ulama terbesar di Indonesia. Amanah itu sekaligus menjadi pengakuan atas pengalaman panjangnya dalam memimpin organisasi keagamaan maupun lembaga publik.

Menjaga Konsistensi Pengabdian

Perjalanan KH. Idy Muzayyad memperlihatkan benang merah yang tidak terputus. Dari ruang kaderisasi pelajar NU, memimpin organisasi intelektual, mengawal penyiaran nasional, berkiprah di dunia politik, hingga kini mengemban amanah mengelola zakat nasional dan keuangan MUI, seluruh fase tersebut menunjukkan konsistensi pada satu orientasi: pengabdian kepada umat dan bangsa.

Di tengah tantangan pembangunan yang semakin kompleks, ia dikenal sebagai figur yang memadukan pengalaman organisasi, wawasan keislaman, dan tata kelola kelembagaan modern. Kombinasi itu menjadi modal penting dalam memperkuat ekosistem zakat nasional, memperluas program pemberdayaan masyarakat, serta mengokohkan peran lembaga-lembaga keislaman sebagai mitra strategis pembangunan Indonesia. (Red)

Cek Berita dan Artikel Lainnya di Google News Beritabanten.com