Beritabanten.com – Pemerintah tancap gas merespons tekanan geopolitik global. Lewat Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, delapan jurus transformasi budaya kerja nasional resmi diluncurkan.

Langkah ini bukan sekadar imbauan. Pemerintah ingin mengubah cara kerja masyarakat agar lebih efisien, digital, dan tahan banting di tengah ketidakpastian global.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menegaskan kondisi ekonomi nasional masih aman.

“Fundamental ekonomi kita tetap kuat. Stok BBM aman, fiskal terjaga. Masyarakat tidak perlu panik dan tetap produktif,” ujarnya.

Mobil Dinas Dibatasi

Salah satu kebijakan yang langsung terasa adalah penerapan Work From Home (WFH). ASN kini diwajibkan bekerja dari rumah setiap hari Jumat. Sektor swasta juga didorong mengikuti pola serupa, dengan penyesuaian masing-masing industri.

Tak cuma itu, pemerintah juga membatasi penggunaan kendaraan dinas, kecuali untuk operasional penting dan kendaraan listrik. Masyarakat didorong beralih ke transportasi umum, sementara perjalanan dinas dipangkas hingga 50% untuk dalam negeri dan 70% untuk luar negeri.

Langkah ini jelas: tekan konsumsi energi sekaligus dorong efisiensi.

Namun, tidak semua sektor bisa ikut WFH. Layanan publik seperti kesehatan, keamanan, hingga sektor strategis—energi, logistik, pangan, dan keuangan—tetap harus berjalan normal dari lapangan.

Gerakan Nasional Hemat Energi

Pemerintah juga menggaungkan gerakan hemat energi. Masyarakat diminta lebih bijak menggunakan listrik dan BBM, baik di rumah maupun tempat kerja.

Selain itu, mobilitas cerdas jadi kunci. Transportasi publik diutamakan, aktivitas ekonomi tetap jalan, tapi dengan pola yang lebih efisien.

Kebijakan ini mulai berlaku sejak 1 April 2026 dan akan dievaluasi dalam dua bulan ke depan.

Hemat Puluhan Triliun

Dampak kebijakan ini tidak main-main. Dari sisi APBN saja, potensi penghematan BBM mencapai Rp6,2 triliun. Sementara total penghematan di masyarakat bisa tembus Rp59 triliun.

Pemerintah juga melakukan “bersih-bersih” anggaran. Belanja yang dinilai kurang prioritas—seperti perjalanan dinas dan kegiatan seremonial—dipangkas dan dialihkan ke program yang lebih produktif.

Nilainya fantastis: potensi refocusing anggaran mencapai Rp121 triliun hingga Rp130 triliun.

BBM Subsidi Diperketat

Di sektor energi, pemerintah menyiapkan kebijakan strategis lanjutan. Mulai 1 Juli 2026, program biodiesel B50 akan diterapkan penuh dengan dukungan dari Pertamina.

Langkah ini diproyeksikan mengurangi konsumsi BBM fosil hingga 4 juta kiloliter atau setara Rp48 triliun.

Sementara itu, pembelian BBM subsidi kini dibatasi maksimal 50 liter per kendaraan per hari melalui sistem barcode MyPertamina. Kebijakan ini tidak berlaku untuk angkutan umum dan logistik.

MBG Jalan Terus

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) juga tetap dilanjutkan, namun dengan skema efisiensi. Penyediaan makanan difokuskan lima hari dalam seminggu, dengan pengecualian untuk wilayah tertentu seperti daerah 3T dan kawasan dengan stunting tinggi.

Dari penyesuaian ini, pemerintah memperkirakan penghematan hingga Rp20 triliun.

Tetap Tenang dan Produktif

Pemerintah menegaskan, seluruh kebijakan ini adalah bagian dari transformasi besar menuju ekonomi yang lebih efisien dan tangguh.

Pesannya jelas: situasi global boleh tidak pasti, tapi aktivitas ekonomi dalam negeri harus tetap bergerak.

Masyarakat dan pelaku usaha pun diajak ikut ambil bagian—bukan hanya bertahan, tapi beradaptasi dan tetap produktif di tengah tekanan global. (Red)

Cek Berita dan Artikel Lainnya di Google News Beritabanten.com