Beritabanten.com – Memancing adalah hobi sebagian orang sebagai cara melepas penat dari padatnya aktivitas sehari-hari.
Dia adalah penawar paling populer ketika seorang butuh ketenangan, karena mudah sekaligus murah meriah.
Meski demikian, sensasi mancing tidak perlu di ragukan lagi, seperti memancing di setu yang banyak di Kota Tangerang Selatan.
Adalah Setu Sasak Tinggi yang terletak pinggir Jalan Raya Padjajaran, tepat bersebelahan dengan Pacuan Kuda, Kelurahan Pamulang Barat, Kecamatan Pamulang, Kota Tangsel.
Warg sekitat bahkan luar Pamulang menjadikan Setu Sasak Tinggi spot pilihan memancing.
Ragam alat pancingnya, selain yang biasa menggunakan kail juga ada yang berbentuk jaring. Jika kail berguna untuk mengaikan pada mulut ikan, maka jaring bisa membuat tubuh ikan tersangkut.
Umpan untuk biasa digunakan adalah pelet, semacan racikan bahan terigu, sari ikan dan telor juga ada yang menggunakan cacing. Bahkan ada yang menggunakan lumut dicampur garam khusus ikan mujair.
Cara Melepas Penat
Warga bernama Delvi dari RT 003 RW008 Kelurahan Pondok Benda Kecamatan Pamulang mengaku sengaia datang ke Setu Sasak Tinggi.
“Ini lagi iseng bae mancing. Kerja juga entar malaman, bisa ada waktu melepas penat juga bang,” kata dia membuka pembicaraan.
Dia yang menjalani profesoli driver salah satu pabrik roti tersebut tidak datang sendirian, ditemani tetangganya tiga orang.
“Kalau sendiri ora enak (tidak enak, red). Kan nolong temen juga yang ngebengkel. Ini hari pas waktunya, berangkat bae dadakan,” ucapnya.
Dia mengaku suasana danau dengan hamparan air membuat suasana menyenangkan, sekalian menambah daya energik nanti bekerja.
“Banyak bang tadi dari yang datang. Rata-rata pada kenal juga. Emang biasa mancing juga,” katanya.
Dia satu dari sekian banyak orang yang memilih Setu Sasak Tinggi sebagai spot mancing di siang hari.
Rawan Pencurian di Pinggir Jalan
Jika malam hari, dikatakan, tetap ramai tapi harus hati-hati terutama yang di pinggir jalan karena pernah terjadi aksi pencurian. Bukan hanya joran dan alat pancing lainnya, sepeda motor juga raib digondol maling.
“Ono noh bang (itu bang,red) yang pas pinggir jalan harus hati-hati. Kalau di sini paling yang ada biyawak.
Dia tetap mewanti-wanti jika malam hari mengambil spot lain yang penuh semak belukar, meski sering jadi tempat pavorit tapi binatang buas semacam ular sering ada.
“Untuk spot belakang gudang kayu itu memamg lebih tenang untuk ikan, tapi kan ularnya juga banyak. Jangan mancing sendirian untuk menjaga kemungkinan bahaya,” saran dia.
Sementara suasana terus berangjak ke malam, para pemancing yang sudah ada seharian itu terus merapihkan diri. Mereka berangsur-angsur pergi.
“Ini udah sore juga bang. Betar lagi balik, tadi karena telat aja masih penasaran,” demikian dia menutup. (Red)
Cek Berita dan Artikel Lainnya di Google News Beritabanten.com


Tinggalkan Balasan