Penulis; Moersjied Qorie Indra, Direktur Qur’an Center Bintaro Kota Tangerang Selatan
وَقَالَ الجُنَيْدُ:
الإِخْلاصُ سِرٌّ بَيْنَ اللهِ وَبَيْنَ العَبْدِ، لاَ يَعْلَمُهُ مَلَكٌ فَيَكْتُبَهُ، وَلاَ شَيْطَانٌ فَيُفْسِدَهُ، وَلاَ هَوَىً فَيُمِيلَهُ
(الرِّسَالَةُ القُشَيْرِيَّةُ)
“Keikhlasan adalah rahasia antara seorang hamba dan Tuhannya.”
Berkata Al-Junaid:
“Keikhlasan adalah rahasia antara Allah SWT dan antara seorang hamba, tidak diketahui oleh malaikat sehingga ia mencatatnya, tidak pula oleh setan sehingga ia merusaknya, dan tidak pula oleh hawa nafsu sehingga ia memalingkannya.”
(Ar-Risalah Al-Qusyairiyah.
Kutipan ini berasal dari kitab Ar-Risalah Al-Qusyairiyah
(الرسالة القشيرية)
, sebuah karya klasik dalam bidang tasawuf yang ditulis oleh Imam Abul Qasim Abdul Karim bin Hawazan bin Abdul Malik Al-Qusyairi An-Naisaburi Asy-Syafi’i (wafat 465 H). Kitab ini merupakan salah satu rujukan penting dalam memahami ajaran-ajaran sufi dan akhlak.
Penjelasan:
Kutipan ini menyoroti hakikat **keikhlasan** dalam Islam. Beberapa poin penting yang dapat kita ambil dari perkataan Imam Al-Qusyairi dan Al-Junaid adalah:
Rahasia Ikhlas
Keikhlasan bukanlah sesuatu yang tampak secara lahiriah dan dapat dinilai oleh manusia. Ia bersemayam di dalam hati dan hanya Allah dan hamba-Nya yang mengetahui kadar keikhlasan tersebut. Ini menekankan pentingnya niat yang murni dalam setiap ibadah dan amal perbuatan.
Tersembunyi dari Malaikat
Bahkan malaikat yang bertugas mencatat amal perbuatan manusia tidak mengetahui hakikat keikhlasan seseorang. Mereka hanya mencatat amalan yang tampak. Hal ini menunjukkan bahwa nilai sebuah amalan di sisi Allah sangat bergantung pada kualitas niat di baliknya.
Terlindungi dari Godaan Setan
Setan tidak memiliki akses untuk merusak keikhlasan seseorang secara langsung. Godaan setan biasanya datang melalui bisikan dan upaya untuk mengalihkan niat dari Allah kepada tujuan duniawi atau pujian manusia. Seorang yang ikhlas akan lebih kuat dalam menghadapi godaan ini karena hatinya tertambat hanya kepada Allah.
Tidak Dipengaruhi Hawa Nafsu
Hawa nafsu seringkali mendorong seseorang untuk beramal dengan tujuan-tujuan yang tidak murni, seperti mencari popularitas, keuntungan duniawi, atau pengakuan dari orang lain. Keikhlasan menjaga hati agar tetap lurus dan tidak condong kepada keinginan-keinginan hawa nafsu yang menyimpangkan.
Secara keseluruhan, kutipan ini mengingatkan kita akan pentingnya menjaga kemurnian niat dalam setiap aspek kehidupan, terutama dalam beribadah kepada Allah.
Keikhlasan adalah kunci diterimanya amal dan merupakan fondasi spiritual yang kokoh bagi seorang muslim. Ia adalah hubungan batin yang mendalam antara hamba dan Tuhannya, yang tersembunyi dari pandangan makhluk dan hanya diketahui oleh Sang Khalik. (Red)
Cek Berita dan Artikel Lainnya di Google News Beritabanten.com


Tinggalkan Balasan