Penulis: D Nuryadin, Pimpinan BAZNAS Tangsel
Beritabanten.com – Koperasi syariah berorientasi pada pengelolaan usaha yang memberikan manfaat luas, baik bagi lembaga, pendiri, anggota, maupun masyarakat secara umum.
Untuk dapat memberikan dampak yang luas tersebut, koperasi harus tumbuh dari kekuatan modal lembaga itu sendiri. Selain itu, diperlukan keaktifan dalam bermitra serta komitmen untuk menjalankan kegiatan usaha secara bersama-sama.
Faktor penting lain agar koperasi dapat tumbuh sehat adalah ketertiban dan kesadaran penuh dari para anggota untuk senantiasa membayar simpanan wajib serta simpanan sukarela secara teratur.
Indikator kesehatan pengelolaan keuangan koperasi syariah tentu harus patuh pada ketentuan prinsip-prinsip akuntansi syariah. Komitmen ini ibarat sebuah pohon kokoh yang akarnya menghunjam dalam ke tanah, saling menguatkan sehingga tidak mudah tercabut.
Analogi tersebut menggambarkan bahwa koperasi syariah akan membesar dan tumbuh dari waktu ke waktu manakala anggotanya memiliki semangat yang sama untuk berkomitmen dan berkontribusi.
Sekecil apa pun peran yang diberikan anggota, lembaga akan memberikan apresiasi secara adil dan seimbang. Kesadaran anggota inilah yang menjadi penopang kemandirian dan kekuatan koperasi. Saling berkomitmen untuk menjaga serta memelihara kondisi usaha akan mengarah pada perbaikan berkelanjutan.
Kepercayaan anggota kepada lembaga koperasi syariah secara linear seharusnya mampu mengerek pertumbuhan jumlah anggota baru.
Peningkatan ini secara otomatis akan memperbesar kapasitas permodalan koperasi itu sendiri. Seiring berjalannya waktu, penguatan modal tersebut akan mendorong ekspansi dan peningkatan kapasitas bisnis lembaga.
Sementara itu, niat dan motivasi calon anggota yang masuk ke dalam koperasi syariah akan terseleksi secara alami. Anggota yang hanya menuntut hak dan mengabaikan kewajibannya akan tersingkir dengan sendirinya melalui proses seleksi alamiah dalam ekosistem usaha.
Analogi lain dari pohon koperasi adalah tumbuhnya batang usaha yang terus membesar secara sehat. Permodalan dan dana yang dikumpulkan dari anggota akan disalurkan guna membiayai sektor-sektor usaha yang sehat, prospektif, dan produktif.
Unsur krusial yang tidak boleh ditinggalkan adalah kepatuhan terhadap prinsip serta nilai-nilai syariah yakni halal atau thoyib. Langkah ini merupakan cara mutlak untuk menjaga keberkahan usaha sekaligus menangkal berbagai risiko atau “hama” dalam bisnis.
Pada akhirnya, aliran nutrisi modal dalam usaha akan dialirkan hingga ke buah dan daun. Hal ini melambangkan hasil usaha yang bermanfaat untuk menyejahterakan serta merimbunkan kemakmuran para anggota. Inilah tujuan akhir dari pohon koperasi syariah: memberikan manfaat seluas-luasnya bagi pemegang saham serta para pemangku kepentingan (Red)
Cek Berita dan Artikel Lainnya di Google News Beritabanten.com


Tinggalkan Balasan