Beritabanten.com – Di tengah pesatnya perkembangan Kota Tangerang Selatan yang tumbuh menjadi kawasan modern, masih tersimpan jejak sejarah dan nilai spiritual yang diwariskan dari masa lalu. Salah satunya adalah Makam Keramat Nyimas Kumpi Ratu Galuh Gumilang S.W. yang berada di Kampung Poncol, RT 01/11, Kelurahan Lengkong Wetan, Kecamatan Serpong, Kota Tangerang Selatan.

Keberadaan makam keramat tersebut menjadi bagian dari warisan budaya lokal yang masih dihormati oleh masyarakat sekitar. Tempat ini menjadi pengingat bahwa di balik pembangunan kota yang terus berkembang, terdapat kisah sejarah dan nilai kearifan lokal yang telah melekat sejak lama.

Bagi sebagian masyarakat, makam keramat bukan sekadar tempat peristirahatan terakhir, tetapi juga menjadi ruang untuk mengenang tokoh atau leluhur yang memiliki peran dalam perjalanan suatu wilayah.

Nama Nyimas Kumpi Ratu Galuh Gumilang menjadi bagian dari cerita yang terus diwariskan secara turun-temurun. Masyarakat yang datang biasanya bertujuan untuk berziarah, mendoakan, sekaligus mengenal lebih dekat jejak sejarah yang ada di lingkungan mereka.

Keberadaan situs seperti ini menunjukkan bahwa Tangerang Selatan tidak hanya memiliki wajah sebagai kota urban dengan pusat bisnis dan permukiman modern, tetapi juga menyimpan kekayaan sejarah lokal yang perlu dijaga.

Di tengah perubahan zaman, pelestarian makam keramat menjadi penting agar generasi berikutnya tetap mengenal akar budaya daerahnya. Nilai sejarah, tradisi, dan penghormatan terhadap leluhur menjadi bagian dari identitas masyarakat yang hidup berdampingan dengan perkembangan kota.

Pemerintah daerah melalui berbagai upaya pelestarian budaya juga memiliki peran dalam menjaga keberadaan situs-situs bersejarah agar tetap terawat dan dapat menjadi bagian dari potensi wisata sejarah maupun religi di Tangerang Selatan.

Makam Keramat Nyimas Kumpi Ratu Galuh Gumilang menjadi salah satu bukti bahwa perjalanan sebuah kota tidak hanya dibangun oleh gedung-gedung tinggi dan infrastruktur modern, tetapi juga oleh cerita masa lalu yang membentuk karakter masyarakatnya. (Red)

Cek Berita dan Artikel Lainnya di Google News Beritabanten.com