Beritabanten.com – Putra politisi senior PDI Perjuangan, Ananta Wahana, bernama Abaraham Garuda Laksono (23) menjadi legislator termuda dari 99 anggota DPRD Provinsi Banten yang dilantik pada Selasa, (3/9/2024).

Ini sebagai bukti bahwa usia bukan penghalang berkiprah di dunia politik dan representasi tunas muda yang berkomitmen terlibat dalam keputusan penting bagi wong cilik.

Abraham mengemban amanah untuk mendengarkan aspirasi masyarakat untuk diperjuangkan di ranah legislasi sehigga menjadi kebijakan yang populis.

Dia adalah sosok yang terkenal bisa mendidik generasi Z dan milenial agat terbuka wawasan politik dan warna baru dalam jagat politik negeri Sultan Maulana Hasanuddin itu.

Pelantikan Anggota DPRD Banten kali ini menjadi sangat istimewa dengan cerita perjalanan Abraham yang dikenal sebagai sosok yang menyuarakan isu-isu yang dihadapi oleh generasi muda, seperti pendidikan, lapangan kerja, dan akses teknologi.

“Saya lahir dan besar di lingkungan keluarga yang kaya akan tradisi politik. Sejak kecil, saya sudah akrab dengan dunia pemerintahan dan politik,” katanya memulai cerita pada media, Selasa.

“Kemudian saya sekolah dan lulus dari James Cook University di Singapura, kemudian merasa terpanggil untuk mengabdikan diri kepada masyarakat melalui jalur politik,” sambungnya.

Sang ayah bernama Ananta yang menggembleng dan kekagumannya pada sosok sang kakek yang pernah menjabat sebagai anggota DPRD di Sukoharjo dan Solo melalui partai PNI memberikan motifasi Abraham untuk istiqomah menjadi legislator muda.

Perjalanan politiknya dikatakan bisa menjadi cermin bagi anak muda agar terlibat dalam politik dan memberikan kontribusi positif bagi masyarakat.

“Saya ingin membuktikan bahwa pemuda memiliki peran penting dalam pembangunan bangsa dengan memberikan warna tersendiri berupa kebijakan yang sarat kepentingan anak muda,” imbuhnya.

Menurutnya, kehadiran anak muda sangat penting di tengah dinamika politik mutakhir sekaligus meluruskan pandangan keliru anak muda terhadap dunia di Banten.

“Padahal politik menjadi sarana kita untuk mencapai cita-cita tujuan berbangsa dan bernegara,”imbuhnya.

Generasi Z dan milenial, dikatakan, bisa menjadi agen perubahan positif bagi masyarakat dengan modal semangat, pengetahuan dan dedikasi.

Oleh karenanya, Abraham pun bertekad menjadikan kesempatan yang telah diraihnya sebagai sarana untuk mewujudkan misinya, terutama menjadi penyambung lidah masyarakat, khususnya kaum muda di parlemen.

“Suara anak muda harus menjadi representasi kebijakan pemerintah di tengah perkembangan teknologi,” pungkasnya. (Red)

Cek Berita dan Artikel Lainnya di Google News Beritabanten.com