Beritabanten.com – Gubernur Banten Andra Soni bersama Wali Kota Tangerang Selatan Benyamin Davnie menyambangi kediaman keluarga Donal Husni di Perumahan Ciater Permai, Kecamatan Serpong, Jumat (25/9/2026). Kunjungan tersebut dilakukan untuk memberikan dukungan sekaligus memastikan keluarga tetap mendapat informasi terkait proses pencarian Donal.

Suasana haru mewarnai pertemuan tersebut. Andra dan Benyamin mendengarkan langsung kondisi serta harapan keluarga Donal Husni yang hingga kini masih menanti kabar mengenai keberadaan pewarta yang hilang kontak di perairan Selat Sunda.

Kunjungan itu turut dihadiri Wakil Ketua DPRD Provinsi Banten Yudi Budi Wibowo dan jajaran organisasi perangkat daerah (OPD). Kehadiran pemerintah menjadi bagian dari upaya menjaga komunikasi dengan keluarga selama proses pencarian masih berlangsung.

Donal Husni diketahui hilang kontak sejak 7 September 2026 ketika menjalankan tugas jurnalistik untuk meliput perkembangan erupsi Gunung Anak Krakatau. Donal merupakan satu dari delapan orang yang hingga kini belum ditemukan dalam insiden tersebut.

Andra Soni mengatakan, kedatangannya bersama Benyamin Davnie untuk memastikan komunikasi dengan keluarga Donal tetap terjaga. Pemerintah, kata dia, berupaya menyampaikan setiap perkembangan informasi yang diperoleh selama proses pencarian.

“Ya, hari ini saya dengan Pak Wali Kota Tangerang Selatan bersilaturahmi kepada istri atau keluarga dari Pak Donal, salah satu kawan kita dari jurnalis yang sampai hari ini, sejak tanggal 7 September sampai dengan hari ini belum ditemukan,” ujar Andra.

Dalam pertemuan tersebut, Andra juga menyampaikan perkembangan mengenai satu jenazah yang ditemukan di perairan Pulau Enggano, Bengkulu Utara, pada 12 September lalu.

Jenazah tersebut sebelumnya menjalani sejumlah tahapan identifikasi, mulai dari pemeriksaan sidik jari hingga gigi. Karena belum memperoleh hasil yang dapat ditindaklanjuti, proses identifikasi kemudian dilanjutkan melalui pemeriksaan DNA.

Hasil pemeriksaan DNA memastikan jenazah tersebut identik dengan Surakhman, salah satu anak buah kapal (ABK) yang hilang kontak. Temuan itu belum memberikan titik terang mengenai keberadaan Donal maupun enam korban lainnya.

“Dan inilah kenapa kami datang ke sini untuk menyampaikan informasi tersebut. Terkait dengan tujuh yang lain, sampai dengan hari ini kita belum mendapatkan perkembangan,” kata Andra.

Pemerintah juga menerima informasi mengenai penemuan jenazah di sekitar perairan Mukomuko, Bengkulu. Namun setelah dilakukan pemeriksaan, jenazah tersebut dipastikan tidak berkaitan dengan delapan orang yang hilang kontak dalam insiden tersebut.

Di tengah ketidakpastian itu, pemerintah memastikan keluarga para korban tetap mendapatkan pendampingan. Andra menyebut komunikasi dengan keluarga delapan korban terus dilakukan, termasuk membahas berbagai kebutuhan yang dapat dibantu pemerintah.

Khusus keluarga Donal, Andra dan Benyamin turut memberikan bantuan sebagai bentuk dukungan. Keduanya juga memberikan penguatan kepada istri Donal agar tetap tabah menghadapi masa penantian yang belum berujung.

Andra menegaskan, perhatian pemerintah tidak berhenti pada bantuan yang diberikan saat kunjungan. Pendampingan keluarga, termasuk dukungan mental dan kebutuhan anak-anak, akan menjadi bagian yang ditindaklanjuti.

“Intinya, seluruh keluarga dari delapan orang ini, kami masih keep in touch, masih tersambung. Jadi semua kendala tadi juga termasuk yang disampaikan oleh Ibu, ada beberapa hal yang harus kita tindak lanjuti untuk membantu beliau, dan insya Allah akan kita lakukan,” tuturnya.

Bagi keluarga Donal, kabar sekecil apa pun tetap menjadi sesuatu yang dinanti. Di tengah belum ditemukannya Donal, komunikasi dan pendampingan pemerintah menjadi bagian penting agar keluarga tidak merasa menghadapi masa sulit tersebut seorang diri..(Red)

Cek Berita dan Artikel Lainnya di Google News Beritabanten.com