Beritabanten.com – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Cilegon mengungkapkan, uji coba program Integrasi Layanan Primer (ILP) berjalan sesuai harapan ketika diterapkan di seluruh Pusat Keshatan Masyarakat (Puskesmas) Cilegon.

Program sejak 2023 tersebut, kini akan menyasar pada pengembangan pelayanan di Posyandu. ILP merupakan inisiatif dari Kementerian Kesehatan untuk meningkatkan koordinasi dan kualitas layanan kesehatan di tingkat pertama, seperti Puskesmas, Puskesmas Pembantu, dan Posyandu.

Kepala Bidang Pemberdayaan Masyarakat Dinkes Cilegon,

menyampaikan tujuan utama dari program ILP adalah untuk menyatukan berbagai layanan kesehatan dengan melakukan pemeriksaan dan penyaringan menyeluruh terhadap masyarakat yang datang ke fasilitas kesehatan.

Penyaringan ini mencakup seluruh kelompok usia, bukan hanya ibu hamil atau balita, untuk membangun database kesehatan yang lebih komprehensif.

“Kami sudah melaksanakan uji coba di Puskesmas sejak Mei-Juni 2024 dan kini telah berjalan seratus persen. Saat ini, kami sedang fokus untuk mengimplementasikan program ini di Posyandu. Meskipun sebagian Posyandu belum sepenuhnya siap, kami terus melakukan evaluasi dan penyesuaian untuk memastikan keberlanjutannya,” jelas Rully, Senin (18/11/2024).

Dinamika Posyandu

Rully juga mengungkapkan bahwa meskipun uji coba ILP di Puskesmas telah berjalan lancar, beberapa tantangan masih dihadapi, terutama dalam hal kesiapan fasilitas dan jumlah kunjungan yang tinggi.

Kendala ini lebih terasa di Posyandu, yang membutuhkan lebih banyak waktu dan sumber daya untuk dapat melayani seluruh kelompok usia masyarakat, dari balita hingga lansia.

“Posyandu memang menjadi tantangan tersendiri, karena tidak hanya fokus pada ibu hamil atau balita, tapi juga harus mencakup layanan kesehatan untuk kelompok usia lainnya. Kami masih terus melakukan pembenahan agar pelayanan di Posyandu dapat lebih optimal,” ujar Rully.

Selain itu, Rully menambahkan bahwa keberhasilan program ILP tidak hanya bergantung pada sektor kesehatan, tetapi juga memerlukan dukungan dari sektor lain, seperti pendidikan, sosial, dan pekerjaan umum.

Sinergi antar-sektor ini sangat penting agar pelayanan di Posyandu bisa menyentuh berbagai aspek kehidupan masyarakat, termasuk kesehatan, pendidikan, dan infrastruktur dasar.

Harapan Program ILP

Dengan pencapaian 100% implementasi ILP di Puskesmas, Dinkes Cilegon berharap bahwa program ini dapat terus berkembang dan memberikan dampak positif bagi masyarakat.

Rully menegaskan, dengan adanya program ILP, diharapkan layanan kesehatan dapat lebih terkoordinasi, lebih tepat sasaran, dan lebih menyeluruh, sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

“Kami berharap, dengan adanya ILP, pelayanan kesehatan dapat lebih terkoordinasi dan lebih mudah diakses oleh masyarakat. Program ini juga akan membantu kami dalam merencanakan kebijakan kesehatan yang lebih komprehensif dan efektif,” ungkap Rully.

Dengan komitmen yang terus ditingkatkan, Dinkes Kota Cilegon optimis bahwa program ILP akan memberikan manfaat yang besar bagi kesehatan masyarakat, terutama dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat di Kota Cilegon secara keseluruhan. (Nbl)

Cek Berita dan Artikel Lainnya di Google News Beritabanten.com