Kedua, layanan murur untuk memperlancar ibadah di Armuzna. Dengan skema murur, mobilitassi jemaah dari Muzdalifah ke Mina tahun ini jauh lebih cepat dari tahun-tahun sebelumnya. Sehingga, peristiwa 2023 tidak terulang lagi.

“Jemaah haji yang pakai kursi roda dan risti kita fasilitasi dengan murur ini,” sebut Arsad.

Ketiga, selama di Tanah Suci, jemaah haji mendapatkan layanan akomodasi, konsumsi dan transportasi dengan baik. Pemerintah berupaya semaksimal mungkin untuk kepuasan jemaah haji Indonesia.

Keempat, mitigasi kesehatan jemaah dengan syarat istithaah dan layanan dari petugas kesehatan yang siaga 24 jam mampu menurunkan jumlah jemaah yang wafat tahun ini dibandingkan tahun lalu.

“Di Jawa Tengah menurun 30 % dari sekitar 120an menjadi 80 jemaah. Sedangkan secara nasional, jumlahnya turun dari sekitar 770 memjadi 459 jemaah (40 %),” terangnya.

Cek Berita dan Artikel Lainnya di Google News Beritabanten.com